xmlns= http://www.sitemaps.org/schemas/sitemap/0.9. Sitemap: http://example.com/sitemap_location.xml IBNUSALIMA

Rabu, 06 Mei 2015

AL-MUHASIIB 2

Ini kisah pertamaku,jika sebelumnya aku terhenti pada akhir takdir yang ku ketahui sampai pada kepakan sayap di ujung batas kekesalan,yang ku imani sebagai sesuatu yang pasti baik.ku hitung dengan jari,ternyata jentakan tak mampu dengan nya.namun ingatanku masih sanggup untuk mengulang sudah berapa pekan aku tidak berfikir.ya karena aku sedang mengurusi diri yang mencari tempat untuk tinggal.itupun intuisi telah tergelitik oleh seorang wanita yang serupa dengan yang ku kenal.meski yang ini rasanya terlihat layaknya seorang yang sedang atau ingin mengangkat kaki(' masuk') pada suatu.....?
lalu pada keadaan lain terasa olehku beragam kemunafikan dari bermacam insan.begitu cepatnya mereka merubah diri bagai bunglon di dua tempat berbeda.yaaa..dari detik-detik yang terasa,dari keimitasian sifat,dari wujud yang bukan mereka.uuuhhh begitu picik bukan..?.terkadang mereka berucap('ini ku berikan sesuatu')meski mereka tak mengetahui perihal itu,bahkan lebih banyak perkara lainnya.
ketika ku diam mereka menunggu serta memendam sesuatu.kemudian layaknya ('penyuruh')mereka memerintah padahal mereka enggan memberikan sesuatu('bakhil').aku berfikir fir'aun mungkin layak mengaku tuhan;karena ia memiliki segalanya.namun mereka melebihi fir'aun.ya karena mereka tidak memiliki sepertinya.jika mempunyai  itupun hanya seujung kuku milik fii'aun bahkan lebih sedikit lagi.
dan aku mengetahui begitu banyak insan terkena fitnah,memilih,berjalan dan terikat dengannya.dan IA lebih mengetahui perihal ini.terkadang intuisi bergerak tuk teteskan air mata,namun jika ku ingat bagaimana insan yang sempurna saja tidak pernah bersedih dalam mentaati perintahNYA,maka ku singkirkan rasa itu.dan kenikmatan ilmu yang telah IA berikan dan tetapkan  menjadi pertimbangan tersendiri.itupun baru terasa ketika ku kenali diriNYA,dengan pengmalan dan ketadaburan.
Yaaa buruk sangka tidaklah baik,terlebih lagi dengan diriNYA yang sering kali kita lupa atau di lupakan.dan aku teringat dengan  satu - dua kalamNYA perihal baik dan buruk yang terkadang datangnya pun tak terdeteksi.di saat diam atau ketika terikat oleh suatu nafsu.banyak dari manusia di tawarkan perihal ini,dan banyak pula dari mereka memilih untuk mengambil yang kiri.dan di jalanan di mana ku cari satu atau lebih dari karuniaNYA adalah tempat di mana  seseorang dapat berubah cepat,berganti sifat terpengaruh oleh baik - buruk tadi.Begitu banyak orang tersarat dengan dunia.tak terhitung juga yang berkelakar tentangnya begitu pula dengan akhirat,bermimpi dan berselimut dengan keduanya.tak terhitung juga orang-orang yang tak perduli dengan keduanya.kalu jenis ini ;uuuhhh rasanya seperti apa ia.dan sedikit sekali pengejar akhirat dan sekedar nya dengan dunia ;kalu yang ini tentu hanya dengan ilmu dan amal yang benar mereka bisa berdiri.
bagiku seorang muhasiib dua pundak ini telah resarat dengan keduanya.dan di sni di jalan ini aku melihat banyak karakter yang serupa atau saling jauh.engaku bisa melihat anjing layaknya bunglon.engakau juga bisa menjadi singa tau cecurut,tooohhh tak akan ada yang perduli.
Melihat ibu muda dengan seorang anaknya sebagai sifat  bawaan yang takkan hilang kecualijika ia tumbuh besar dan menjadi dirinya,itupun jika ia bisa meraih cahaya dariNYA yang dapat ia genggam sebagai pilar hidup.hanya delapan atau tak lebih dari sepuluh IA ciptakan surga dan neraka,begitupun dengan karakter yang akan memasuki keduanya.
Kemudian dari fitnah yang semakin hari bertambah dari jenis dan rupa manusia,dari hembusan syaithan yang mengikat,sementara mereka mencari kebenaran dan atau ingin menjadi benar dari sisi buruk yang terbungkus.sementara alur cerita berganti,mereka telah merasa menjadi penyandang kebenaran.aku tak habis fikir bagaimana mereka merasa menjadi benar,semenrata jejak kakinya saja tak mengetahui dan tak mengerti...?
menjadi orang yang benar....?!aaahhhhh rasanya hanya hayal belaka,sedang sifatnya saja tak ada pada mereka.
seseorang ingin mengetahui sesuatu apa..?namun apa yang dikata...?
seseorang ingin tidak mengetahui sesuatu tentang apa....?namun apa yang terjadi....?
Kemudian dari syahwat yang menari-nari,dari ketidak berdayaan serta kebodohan kepada takdir,ketidak pedulian individu dan atau mungkin kejenuhan hidup kepada apa yang telah ada,menjadikan hidup layaknya keterpaksaan dan ke bosanan yang mesti di jalani.akupun sebagai seorang muhasiib merasakan tidak ada artian bergaul dengan sesama manusia,karena keadaan yang menuntut demikian,bahkan dengan istriku sekalipun.jikalau saja kalau bukan kalam insan yang sempurna mengatakan:"suatu saat nanti akan datang di mana mereka hanya akan mementingkan diri sendiri."tentulah aku telah goyah jiwa dalam hidup.hingga aku berfikir mengasingkan hidup adalah jalan terbaik meski dalam keramaian....
meski berat terasa dalam bicara semestinya atau tanpa senda gurau.
Engkau tahu ketika datang ke senangan yang memperdayakan...?hahahahaa rasanya tak perduli ingin berkata dan berbuat apa,.salah-benar tak perduliiiiii!.sementara sang pencuri dari jenis syaithan berusaha merebut atau mencampuri untuk berbagi atau ia akan mengacau.aku berhenti di sini sebatas diri ini akan masuk kedalam sesuatu yang...........hingga aku bisa berucap pisah kepada sang pencuri.
dan engkau tahu di saat kemarahan itu datang serta ingin menguasai...?begitu banyak dendam kesiangan laksana api yang menjulang yang siap membakar dan menghanguskan apa yang ada.
aku akan melupakan segala sesuatunya,namun namun ia selalu datang dalam wujud yang berbeda.mungkin ini batas di mana aku akan jatuh atau meninggi.yaaaa di lingkar ujian yang tak di kehendaki.
       "boleh jadi engkau membenci sesuatu namun ia amat baik bagimu.dan boleh jadi engkau menyukai sesuatu,padahal ia amat buruk bagimu.ALLAH maha mengetahui,sedang kamu tidak mengetahui."
Semoga saja dengan kehendakNYA para muhasiib menjadi seperti apa yang IA khabarkan ini........
       "wahai jiwa-jiwa yang tenang,kembalilah kepada RABBmu,kepada keridhoanNYA.dan   masuklah kedalam golongan hambaKU,dan masuklah kedalam surgaKU."
       

Jumat, 17 April 2015

DI ANTARA SYURUQ DAN HILAL

Segala sesuatu yang terasa ku simpan dalam inti tubuh
hingg aku diam dan bergerak
Ternyata segala dosa hanya bisa terlebur saat bersamaNYA
Di dalam inti tubuh kemudian kembali
   HaHAhaHa...apakah kamu sang pemilik setitik kemuliaan Yusuf a.s...?
   hingga kehendak nafsu layaknya anjing terberai bak terbelahnya laut oleh Musa a.s
   Ataukah kamu sang pemutus nafsu seperti terpenggalnya kepala Yahya a.s..?
   Lalu nampaklah seutas senyum bagai Sulaiman a.s dengan sekumpulan semut
     Dan kamu .....yang telah jatuh..,mengapa tak kembali selayak Adam a.s-
     yang terperdaya iblis terlaknatttt
YaYaYa.. nafsu yang terpenjara....dan yang
               terpenjara nafsu.....
Sedang anjing dan keledai adalah sama
Sang pencari cahaya terjerembab dalam permainan..
Adapun burung-burung suatu yang menggembirakan..
Bagiku...kami...dan yang ingin kembali
     Di balik terbit dan terbenamnya mentari
     Disana ada singa-singa yang menunggu
     Menunggu janji yang maha tinggi
     Di milikNYA yang paling tinggi

      

Sabtu, 04 April 2015

AL-MUHASIIB

Aku di sini duduk ,berdiri dan berbaring.sudah puluhan tahun aku hidup di atas bumiNYA,entah sudah berapa trilyun dosa atau bahkan lebih yang telah kubuat,sementara ukiran amal yang ku toreh belumlah cukup untuk berada dalam keridhoanNYA.
     Siapa manusia yang bisa menghisab dirinya dengan sempurna..?insan yang paling sempurna saja tak cukup mampu untuk memfonis bahwasanya dirinya berhaq kepada kesenangan haqiqi.kalau saja bukan karena rahmat dan karuniaNYA,tentu tidak ada manusia yang sanggup memasuki milikNYA yang abadi di lingkar kesenangan yang tak pernah terputus dan takkan pernah habis.
Empat puluh tahun lebih aku menghirup udara milikNYA,sebagaimana  awal nya aku tak mengerti sesuatu pun.yaaa.....jikalau karena bukan rahmat serta karuniaNYA,maka aku tak mengerti sesuatupun seperti layaknya saat ini.IA kembalikan aku kepada awalnya,berfikir,merenung,dengan suatu karuniaNYA,terasa tak berarti suatu apapun.perjalan waktu yang tertinggal menorehkan guratan-guratan yang hanya tinggal menunggu ketentuanNYA saja;kematian,hisab,sengsara atau bahagia.
Empat puluh tahun di mana usia orang-orang yang telah di berikan keridhoanNYA,memulai dengan kehidupan khalwat,cinta bersama RABBnya.yaaa...usia empat puluh mereka merasa tak perduli lagi akan hiruk-pikuk nya dunia yang makhluk termulia pun berkata:"dunia itu terlaknatttttt,,".tapi mengapa dalam usia ini aku coba tuk mengawali sebagai mana mereka memulai belum lagi bisa.meski aku merasa sudah memasukinya.aneh rasanya di saat ku mulai menjejakkan kaki di atas jalan yang terang,jalan mereka yang di rahmati,seperti rasanya aku baru saja memulai dan tak mengerti apa-apa.teringat pertama kali aku mengenal diriNYA yang memiliki tangan beserta sega sesuatu yang IA sifati tentang diriNYA,pada masa itu usiaku telah memasuki angka dua puluh lima.pertama kali di saat diri ini di terjang kejenuhan serta beragam bentuk fitnah dunia,hingga seperti awalnya aku tak mengerti sesuatupun.entah berapa banyak buku yang telah ku baca,karena miskin bukanlah berarti bodoh.aku terus mencari,berbagi dan bertanya.karena IAberkata:"bertanyalah kepada orang yang mengetahui jika engkau tidak mengetahui.".teringat ketika beberapa pengajar sepertinya kesal denganku.dengan hantaman pertanyaan yang sering ku lempar untuk paham darinya.terkadang ku juga kecewa dengan kurang atau bahkan dengan tangan hampa.jikalau saja bukan karena nasehat seorang alim yang pernah ku ketahui tentu aku patah arang jadinya.hitungan jari pula aku sempat paranoid karena memaksakan diri dengan kebodohan.tak terhitung pula ku letakkan pena,kemudian bangkit mengais-kais di perjalanan yang memang tidak mudah di lalui sebgai penggenggam bara api yang terpenjara.terpeleset di kesombongan,yang tersembunyi sebagai dengki,belum lagi sang pengelabu yang licik.jikalau bukan karena rahmat dan karuniaNYA,tentu aku tidak akan mengetahui sesuatu,layaknya saat ini.entah berapa banyak kata yang ku dengar dari wujud;iri,dengki,sombong,marah yang coba masuk mempengaruhi daya nalar,intuisi diriku ,yang sempat juga menjamah serta menerjangku.sementara sang pengelabu yang picik hanya bisa HahaHahaHah .......HihiHihii.dan jika bukan karena rahmat serta karuniaNYA tentu aku sudah menjadi.......BlaAaarrr..,abu yang tak berarti.
Siapa makhluk yang tidak menganggap dirinya baik dan benar?!!.atau siapa insan yang melihat dirinya buruk..?!kalau dia bukan seorang muhasib;tidak merasa selalu benar,juga tidak merasa suci.karena DIA yang sombong dan maha suci ,serta maha indah berkata:"janganlah menganggap dirimu suci".
Entah berapa banyak aku membaca kalamNYA.juga berapa banyak aku aku sebut kalam rasulNYA.tak terhitung pula aku dengar perintah , larangan,serta ketentuan dari dan rasulNYA,dan jika bukan karena rahmat serta karuniaNYA,aku tidak mengetahui sesuatupun,seperti sekarang ini.
      Namun ketika baru saja usia pencarianku belumlah genap tiga tahun,bumi di getarkan dengan nuansa jihad beserta fitnah dan intrik di dalamnya.dari penyimpangan,kemunafikkan,hingga kesalah pahaman.begitu banyak orang beranggapan perihal jihad ini;teroris,ulama buruk,bom bunuh diri,garis keras,entah apa lagi warna dan coraknya,hingga kaum murtad naik dalam nuansa berbeda.namun aku diam tentangnya bukan berarti pasif sebagaimana kebiasaan seorang thalabul ilmi(penunut ilmu),mencari mengkais-kais,hingga cahaya itu menyembul masuk kedalam naluri jiwaku yang gersang lagi geram.dan engkau tahu di mana aku berdiri setelahnya..?.dengan pemikiran panjang serta kebenaran yang murni tentang jihad itu sendiri,maka ku letakkan mereka pada posisinya masing-masing,karena IA yang maha mengetahui dan maha adil,lagi maha benar telah memberikan hujjah dengan sunnahNYA,yang hanya dengan pertimbangan ilmu serta hikmah dariNYA pula aku dapat tegar dengan keputusanku.itupun memerlukan waktu yang cukup lama.
Mungkin aku bukan termasuk orang yang bersungguh-sungguh.namun aku juga bukan kaum yang lalai.terkadang ketika aku diam masuk kedalam ingatan kepada sebuah kata pamungkas bapakku yang .........semoga ALLAH merahmati dan mengampuni semua dosanya,yang pernah berkata:"tubuhmu kecil,engkau harus pintar"engkau tahu apa yang ada dalam hati serta perasaanku saat itu dan setelahnya...?berapa kali ku berfikir untuk mrncernanya...?namun setelah sedikit banyak yang ku pahami dari sebaris pendek kalimat itu tiada kata yang terbaik kecuali ucapan yang ku dapat dari makhluk sempurna:"allhamdulillah 'ala kuli hal(segala puji bagi ALLAH dalam setiap keadaan)"..
     Kembali ingatanku kepada sesuatu yang lain,yakni disaat begitu semangatnya aku dalam mencari ilmu.tiada waktupun sepertinya yang ada hanya wahyu beserta apa-apa yang menuju kepadanya;dari perdebatan,safar,hingga pembicaraan yang sekilas.entah berapa kali aku futur.entah berapa banyak ku genggam dosa di dalamnya,yaaa jikalau bukan karena rahmat serta karuniaNYA,maka aku tidak akan mengetahui sesuatupun seperti saat ini.banyak dari kami pun pergi kembali kepada kesesatan.entah berapa kali pula kepala ini bergolak,di mana kata ini tak lagi di dengar.entah berapa kali pula aku takjub kepada sesuatu entah dengan penjelasan yang luar biasa,kisah para shalihin dan syuhada,hinga seseorang yang bersamaku memiliki sesuatu yang lain.sempat aku berfikir tentang kesenangan dunia.yaaa wajar memang,karena setiap kepala pun menghendakinya.terlebih lagi para pendosa lagi penghasud.meski sebagian waktuku habis sebagai orang yang hidup di jalan,yang di dalamnya ku kenal banyak karakter dengan beraneka ragam corak,bentuk hingga begitu banyak dari mereka berkata.."...aku..."meski dengan tidak membusungkan dada.bahkan yang tak mengetahuipun ikut ambil bagian di dalamnya,menyembunyikan kebodohan di balik penampilan.atau lebih lain lagi yakni berkta namun tidak ada pada diri ...."....pendusta...".hingga aku kembali dengan diriku semula sebagai thalabil ilmi dengan penuh cibirinuntuk mereka.sempat aku berfikir melihat kenyataan yang ada:'biarlah terputus nashabku,jikalau keturunanku nantinya akan menjadi insan yang rusak lagi buruk."meski aku belumlah menikah.memang ada beberapa tawaran untuk itu,namun kupikir sepertinya pertimbanganku menundanya lebih baik.dan aku tak perduli dengan celotehan mereka.
    Seiring berjalannya waktu kisah taqdirku pun sampai kepada sesuatu yang aku sendiri mengira bahwasanya perjalan waktu sesuai dengan yang ku ingini meski tidak serupa benar.aku bisa mencapai seperti apa yang ku ingini;berdiri dengan ilmu di antara orang-orang yang rasanya mencukupi dengan apa yang ada pada diri mereka.engkau tau bagaimana hidup dalam keadaan terasing..?pernahkah kamu mendapati sebagaimana yang ALLAH azza wa jalla kisahkan dalam kalamNYA..?dan pernahkah engkau berfikir di keadaan bagaimana engkau letakkan hatimu di antara kehendak diri, RABB,dan orang di sekitarmu..?aku telah memasukinya;sendiri..,marah..,kesal..,kecewa..ya... hingga di keadaan terasing.jikalau bukan karena rahmat serta karuniaNYA,mungkin aku tidak mengetahui sesuatupun,seperti sekarang ini.entah sudah berapa banyak kutulis kalimat ini.yang pasti aku dalam penjara,menggenggam bara dan terasing.di tengah banyak kepala,di antara karakter berbeda.
      Tak tak terasa sepuluh tahun lebih ku tapaki jalan ini,selama itu pula ku pelajari perihal kemunafikan yang memang di dalamnya terdapat begitu banyak persoalan.sebagaimana banyak pula kalamNYA mengabarkan tentangnya.dari bentuk kepengecutan,cinta dunia dan takut mati,memiliki dua rupa,kedustaan,pembenaran diri yang salah dan tidak mau kalah,penghianat serta tidak amanah,mencari kesenangan diri dan tak mengenal diri,membenci kebenaran serta orang-orang yang berada di dalamnya,menimpakan kesalahan kepada orang lain,bakhil,mencela penderma,hingga pada ketakjubpan diriku pada sebagian dari mereka.dan hampir saja kebenaran hilang tak terlihat.yang ku pahami perihal mereka adalah adalah orang-orang yang tak mengetahui kebenaran meski setitik tinta.kemudian dengan sesuatu yang telah tetap,aku terhenyak dengan sesuatu tentang pengabaranNYA,perihal hati yang sakit dan keras,yang jika mereka memilikinya akan menjadi seorang yang buruk dan sangat buruk.mengikuti orang-orang yang mensucikan diri untuk mengambil atau memadamkan cahaya-cahaya mereka.mereka(hati yang sakit&keras) enggan kepada kebenaran,menolak bahkan membuangnya.menjadi pengikut syaithan yang setia. ku katakan kepadamu,janganlah sedikit saja engkau mendengar lidahnya.jika demikian maka sedikit racun yang masuk,akan mengembang menjadi virus,menguasaimu,dan engkau akan mati seperti mereka. hingga ku pahami segala sesuatunya berujung kepada kalam yang sempurna,dari makhluk yang sempurna:"jika engkau mengetahui apa yang ku ketahui,tentu engkau akan sedikit tertawa dan banyak menangis.".
      Dan tibalah  kehendakku untuk mencari pasangan hidup.di mulai dari bertanya dengan beberapa teman dekatku,melalui istri-istri mereka,namun hasilnya belum ku dapati.lalu ku sambung lidah melalui para ustad,masih  belum ada jalan keluar.untuk mengalahkan syahwatku,ku coba menulis,serta tak ku letakkan pena dan telingaku untuk menggali prihal ilmu dalam dien ku ini.kumasuki jejaring sosial tuk mendapatkan pendamping hidup.engkau tahu apa yang kudapati disana...?begitu banyak sapuan-sapuan yang menggoda terbungkus kedustaan,yang menipu,ketidak percayaan hingga kepada ...sex.sempat ku kenal dekat dengan beberapa dari mereka meski lewat pembicaraan tak hadir muka.hingga ku kenal seorang yang ku anggap jujur,meski beragama nasrani.meski pun kini kami tak lagi saling bicara,semoga saja ia memahami tulisanku ini.hingg setahun lebih aku berselancar,hingga ku dapatkan seorang wanita yang mau hidup bersamaku melalui jejaring sosial ini.lalu kami bertemu,menikah melalui cara seorang muslim sempurna.tanpa melalui layaknya kebanyakan manusia sekarang ini;bertemu,merayu,bahkan sex pra nikah.
Kisah dua orang bingung.aneh memang perihal kemunafikan yang telah tertulis sebagai ketetapan takdir yang telah pasti adanya dan akan terjadi.perihal dua kebingungan  dari dua diri yang berbeda. yang pada awalnya terlihat ingin dan atau menjadi seorang yang benar,mencari pijakan dan berpijak pada sesuatu yang belum atau tidak mengetahui sesuatupun tentang kebenaran. "meraba",terombang-ambing di keraguan keimanan yang sangat tipis.sedang aku berdiri sebagai seorang penyaksi.sebaba jika aku menjadi seorang hakim,maka aku akan menjadi seperti mereka.aku teringat akan dua wahyu yang dapat ku pahami agar tidak jadi pendebat.dan aku teringat akan dua wahyu tentang kepemalasan serta kebingungan mereka.yaaaa..jkia bukan karena rahmat serta karuniaNYA,aku tidak mengetahui sesuatupun,seperti sekarang ini.
    Sepertinya aku telah memasuki kedalam bagian orang-orang yang menyeru,para pengikut dari sang penyeru,yang benar dan di benarkan.kamu,engkau ,kalian atau mereka boleh iktu serta,mengikuti.namun jika ada ke burukkan maka buanglah..!sebab kami saja tidak menginginkannya.
aku teringat akan perihal keikhalsan,yang segala sesuatunya bersumber /mengacu pada kata itu.yang begitu banyak orang berkelakar tentangnya,namun sepertinya tak satupun jua mengenai sasaran dengan sempurna.maksudku...kesempurnaan kata dan yang berkata.pernah ku baca dan ku dengar perihal kata  ikhlas ini.bahkan ulama besar saja mengakui bahwasanya dirinya tak sesempurna dengan apa yang IA kehendaki.yaaa... memang jika mau jujur saja ,berapa kali dan atau kerap kali kesombongan serta ujub masuk mencampuri,hinga kata ikhlas sepertinya sebuah bayang yang nampak namun sulit di genggam.namun demikian setidaknya aku berusaha menjadi orang-orang yang mensucikan diri,hingga kata ikhlas itu berpihak serta melekat dalam hati.
      Engkau tahu siapa musuh terberatku...?dan engkau tahu betapa aku tak kuasa melawan mereka,dengan kata atau lebih jauh lagi dengan"kekerasan"....?mereka adalah keluargaku sendiri,yang IA perintahkan untuk di jaga keterikatannya.entah karena apa sedemikian bencinya mereka kepadaku.entah bagaimana;seakan mereka orang-orang yang suci,yang tidak sedikitpun berbuat salah,merasa besar kepala,pemilik amal yang menjulang hingga mencapai langit.berapa kali saja kami bertengkar,sebegitu pula aku mengalah meski tak bersalah.hingga terakhir kalinya kami bertengkar,kuputuskan untuk angkat kaki dan kuangkat sumpahku kepadaNYA,ku putuskan untuk pergi tak perduli lagi akan mereka.karena merekalah yang menghendaki demikian,maka biarlah terputus rahim itu,ku pikir aku mempunyai hujjah di hadapanNYA kelak.dan DIA pun maha mengetahui segala sesuatu.seiring itu pula (sebelumnya)ku putuskan untuk terangkat rahim istriku,di karenakan penyakit yang telah ia lama derita.dua rahim terputus dalam selang beberapa hari.terputus nashab dan keturunan.meski sebelumnya aku berkeinginan mempunyai tiga orang anak atau setidaknya satu untuk pelanjut dari apa yang IA kehendaki.namun takdirNYA adalah mutlak,sebagai ketentuan yang pasti benar'tak mungkin salah'dan "tak kan pernah salah".
        Entah seperti apa kelanjutan catatanNYA untukku. yang ku rasa kini hanya letih.meski keletihanku belumlah sebanding dengan mereka yang telah bersusah payah untuk berjuang dan selalu berada di atas jalanNYA dan jalan rasulNYA,serta orang -orang yang telah di ridhoi dan dirahmati olehNYA.
yyaaaa..... untukku ...bagi seorang muhasib.

          anak-anak mereka,saudara-saudara mereka,atau keluarga mereka.mereka itulah orang telah di tanamkan di dalam hatinya keimanan dan ALLAH telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dariNYA.lalu di masukkanNYA mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,mereka kekal di dal "engkau tidaka akan mendapati suatu kaum yang mereka beriman kepada ALLAH dan hari akhir,saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang ALLAH dan rasulNYA,sekalipun orang itu bapak-bapak mereka,amnya.ALLAH ridho kepada mereka,dan merekapun ridho terhadapNYA.mereka itulah golongan ALLAH.sesungguhnya golongan ALLAH itulah yang menang"(Al-Mujadalah 22)

Jumat, 13 Maret 2015

MELUPAKAN DAN DI LUPAKAN ALLAH

Search Engine            Bisakah seorang berdiri dan selalu berada di atas jalanNYA,jalan para nabi dan rasul yang terutus?
           berikut dalam lintasan hawariin dan para shahabta rasulullah s.a.w.seluruhnya yang telah di ridhoi
                                                                                                                                  NYA...................?
Segala puji milik ALLAH azza wa jalla yang denganNYA seluruh makhluk meminta dan memohon.shalawat serta salam terlimpah dan tercurah kepada penutup para nabi dan rasul,panutan seluruh makhluk Muhammad bin Abdullah s.a.w.serta tak lupa juga keselamatan dan keridhoan terlimpah dan tercurah kepada para shahabat rasulullah s.a.w seluruhnya,serta kepada orang-orang yang mengikutinya hinga hari akhir.
Kelupaan adalah sebuah fenomena yang wajar dan lumrah,karena itu merupakan  bagian dari makhluk yang yang di ciptakanNYA lemah serta berada selalu dalam kedzoliman diri.namun ketahuilah jika kelupaan ini di biarkan akan menjadi sifat yang sangat buruk.jika kelupaan itu tertancap dalam hati dan mendarah daging di kehidupan.berapa banyak manusia mencari sesuatu,kemudian melupakannya karena faktor kejenuhan atau karena tidak ingin berada dalam suatu yang monoton.seseorang pernah berkata:"dahulu aku belajar dan mengetahui perihal ini dan itu.namun kini terasa layaknya hilang tak berbekas dalam hatimaupun ingatan.".
banyak contoh lainnya perihal lupa.sebut saja seseorang yang memiliki ilmu,lalu karena kecerobohannya;tidak ingin mengulang,mengamalkan ataupun menyampaikannya,sehingga syaithan mudah menggodanya untuk menjadi seorang yang lupa ataupun lalai.sebagaimana yang ALLAH s.w.t khabarkan perihal nabi Musa a.s dengan penyertanya dalam mencari nabi khidir a.s.:"maka ketika mereka (melewati tempat itu) Musa berkata kepada pembantunya;'bawalah kemari makanan kita.sungguh kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini."dia(pembantunya) menjawab;'tahukah engkau ketika mencari tempat berlindung di bati tadi,maka aku lupa(menceritakan perihal)ikan itu.dan tidak ada yang membuat ku lupa mengingatnya kecuali syiathan.dan (ikan )itu mengambil jalannya kelaut dengan cara yang sangat aneh sekali."(Al-Kahfi 62-63).
Dan perlu di ketahui bahwasanya kelupaan yang tidak di sengaja,dengan tidak menyertakan unsur-unsur yang menjadikan seorang lupa ataupun lalai,tidak termasuk kedalam jenis lupa yang di larang ataupun tercatat sebagai dosa.karena ALLAH azza wa jalla berfirman:"Dan tidak ada dosa atasmu jika kamu khilaf tentang itu, tapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Allâh Maha pengampun, Maha penyayang."(al-Ahzâb:5)
.dan dalam firmanNYA yang lain:"sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa apabila mereka di bayang-bayangi pikiran jahat(untuk berbuat dosa)dari syaithan,merekapun segera mengingat ALLAH,maka ketika itu juga mereka melihat(kesalahan-kesalahannya)."(Q.S.Al-'Araf 201).dan di dalam hadits di terangkan dari jalan shahabat Ibnu Abbas r.a ia berkata rasulullah s.a.w bersabda:"sesungguhnya ALLAH tidak memperdulikan kesalahan dari umatku dari kelupaan dan sesuatu yang ia tidak inginkan(benci)."(Ibnu Majjah-al-Baihaqi/hadits hasan)
Yang di maksud lupa disini adalah l lupa yang di dasari oleh menjauhnya seorang hamba dari RABBnya,dari apa-apa yang telah IA perintahkan untuk tetap berada di jalanNYA,jalan bersama rasulullah s.a.w dan orang-orang yang bersama beliau s.a.w(para shahabat r.a) yang jujur terhadap keimanannya,para syuhada dan orang-orang yang shalih.sebagaimana yang IA firmankan:"“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?". Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan". (Thahaa:124-126)..kemudian firmanNYA:"maka kecelakaanlah bagi orang yang lalai.yaitu orang-orang yang lalai dengan shalatnya."(Q.S.Al-Ma'un 4-5).dan dalam ayat lainnya pun di terangkan:"dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada ALLAH.kemudian ALLAH melupakan diri-diri mereka.mereka itulah orang-orang yang fasik(Q.S Al-Hasyr.19)sebagaimana yang rasulullah s.a.w katakan dalam sebuah hadits dari shahabat Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash r.a mengatakan, "Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku: :"wahai Abdullah! janganlah kamu seperti si fulan.dahulu ia melkasanakan shalat tahajud kemudian ia meninggalkannya."(Bukhari).).
Kelupaan adalah sebuah fenomena kelalaian yang di mana bentuknya memerlukan proses serta perjalanan waktu yang di dalamnya di penuhi denganberaneka ragam warna serta corak yang mempengaruhinya.dari hal menunda-nunda waktu kesenangan dunia yang melalaikan seperti;harta,anak,istri,perniagaan,binatang ternak,juga bisa dari faktor kemarahan,kesedihan,permainan dan senda gurau dan sebagainya.sebagaimana yang ALLAH azza wa jalla ingatkan dalam kalamNYA:"wahai orang-orang yang beriman jangan lah harta bendamu dan anak-anak mu melalikan kamu dari mengingat ALLAH.dan barang siapa yang berbuat demikian,maka mereka itulah orang-orang yang rugi."(Q.s Al-Munafiqun 9).dan dalam firmanNYA yang lain di sebutkan:"belum tibakah waktunya untuk orang-orang yang beriman untuk tunduk patuh kepada kebenaran yang datang kepada mereka.dan janganlah mereka seperti orang-orang yang telah di beri kitab sebelumnya,kemudian berlalulah masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras.dan banyak diantara mereka menjadi orang-orang yang fasik."(Q.S Al-Hadid 16).sehingga bisa jadi seorang yang telah di beri ilmu dan mengamalkannya ia akan terperosok kedalam sebuah sikap buruk yang sadar ataupun tidak ia akan atau sudah memasukinya.dalam hal ini pun rasulullah s.a.w bersabda:"seandainya kalian tidak pernah berbuat dosa,maka aku benar-benar khawatir akan menimpa kalian yang lebih besar dari pada itu yakni ujub."(shahih menurut Al-AlBani dalam shilsilah hadits shahihah).
sehingga segalanya di lihat dari kacamata hati yang tertutup oleh kesalahan dan dosa yang telah di lakukan,sehingga tujuan hidup bahkan keimanan hilang lenyap digantikan dengan kedustaan hati dan diri.sebagaimana yang ALLAH s.w.t terangkan perihal kaum munafik:"orang-orang munafik laki-laki dan perempuan satu sama lainnya adalah (sama)mereka menyuruh(berbuat)yang munkar dan mencegah yang ma'ruf. dan mereka menggenggamkan tangannya(kikir)mereka telah melupakan ALLAH,dan ALLAH melupakan mereka."(At-Taubah 67).
Maka ketahuilah sesungguhnya jika seseorang yang telah mengetahui perihal agama yang mulia ini,kemudian ingin agar tetap berada di dalamnya,maka haruslah ia mencari jalan untuk tetap berada di atasnya,  tanpa menyia-nyiakan waktu ataupun dengan permainan yang melalaikan lainnya,juga  tanpa bid'ah serta kurafat.sebagaimana yang ALLAH azza wa jalla perintahkan:"wahai orang-orang yang beriman,bertaqwaklah kepada ALLAH ,carilah jalan untuk mendekatkan diri kepadaNYA..dan berjihadlah di jalanNYA,agar kamu beruntung."(Q.S Al-Maidah 35).
Demikianlah perihal kelupaan.semoga tuisan ini bermanfaat bagi penulis dan pembacanya.

Senin, 09 Maret 2015

UNTU-MU YANG KEMBALI

Search Engine Segala puji milik ALLAH yang memberikan petunjuk bagi siapa yang di kehendakiNYA.IA juga lah yang menetapkan dalam hati seseorang petunjuk tersebut.yang dengannya manusia bisa berjalan di atas jalan terang yang lurus.barang siapa yang di beri petunjuk,maka tidak ada sesuatupun yang dapat menyesatkan.

       KATAKANLAH'"WAHAI HAMBA-HAMBAKU YANG MELAMPAUI BATAS TERHADAP   DIRI MEREKA SENDIRI!JANGANLAH KAMU BERPUTUS ASA  DARI RAHMAT ALLAH ,SESUNGGUHNYA ALLAH MENGAMPUNI DOSA-DOSA SEMUANYA,SUNGUH DIALAH YANG MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENYAYANG.   (az-zummar 53)
    

       KECUALI MEREKA YANG BERTAUBAT DAN BERIMAN SERTA BERAMAL SHALEH
       ALLAH AKAN MENGGANTIKAN KEBURUKAN DENGAN KEBAIKAN(q.s Al-furqan 70)
   
Sepertinya jalan-jalan yang telah terlewati,merupakan sebuah penyesalan,atau memang jalan-jalan itu sesuatu yang telah usang,yang perlu perubahan atau memang suatu yang di benci dengan penyesalan sekedarnya.karena penyesalan sebuah awal di mana sesuatu yang baru dengan suatu pencerahan yang akan di lalui akan kembali rusak atau pun tak berarti,di karenakan tidak tahuannya seseorang bagaimana dan apa yang harus di lakukan ketika memperoleh sebuah petunjuk.

   SESUNGGUHNYA ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG BERTAUBAT, DAN 
        ORANG-ORANG YANG MENSUCIKAN DIRI.(q.s.Al-baqarah 222)
  
Yyyy sesuatu yang wajar tentunya,karena IA sang penerima taubat membentangkan tanganNYA dengan sesuatu yang terkadang IA pun memberikan hambatan serta cobaan dimaksudkan agar yang kembali menjadi sosok lebih kuat,dan tegar serta tidak rapuh.sebut saja di timpa kemalangan berupa kemiskinan,sakit,ataupun lainnya.sebagaimana yang IA khabarkan dalam firmanNYA:"apakah manusia mengira bahwa mereka akan di biarkan saja mengatakan'kami telah beriman'dan mereka tidak di uji?dan sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka.maka ALLAH pasti akan mengetahui orang-orang yang benar,dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.".(Q.S.Al-Ankabut 2-3).serta dalam firmanNYA yang lain:"dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan,kelaparan,kekurangan harta ,jiwa dan buah-buahan.dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.(yaitu)orang-orang yang apabila di timpa musibah,mereka berkata;'inna lilahi wa inna ilahi raji'un[sesungguhnya kami milik ALLAH dan kepadaNYA lah kami kembali'].mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari tuhannya.dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.)".(Q.S.Al-Baqaroh.155-157.).sebagaimana pula rasulullah s.a.w bersabda ketika di tanya oleh Sa'd bin Abî Waqqâsh Radhiyallahu anhu:“Ya Rasûlullâh! Siapakah yang paling berat ujiannya?" Beliau menjawab, "Para Nabi kemudian orang-orang yang semisalnya, kemudian orang yang semisalnya. Seseorang akan diuji sesuai kadar (kekuatan) agamanya. Jika agamanya kuat, maka ujiannya akan bertambah berat. Jika agamanya lemah maka akan diuji sesuai kadar kekuatan -agamanya”.(HR. at-Tirmidzi no. 2398, an-Nasâi no. 7482, Ibnu Mâjah no. 4523 (ash-Shahîhah no. 143).dan dalam hadits lainnya" Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa." (HR. Bukhari).dan sabda beliau s.a.w lainnya:"Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan baginya maka dia diuji (dicoba dengan suatu musibah)". (HR. Bukhari).
Adapun si pengelabu yang licik(syaithan)dari jenis jin dan manusia mempunyai cara tersendiri agar yang kembali(taubat)berbelok arah bahkan menyimpang dari aturan yang telah di gariskan olehNYA.sebut saja bid'ah(mengadakan sesuatu yang baru dalam agama),atau bahkan keraguan dalam sesuatu perkara,masuk dalm sebuah golongan sesat,bahkan kemunafikan sekalipun.(lihat dalam tulisan saya lainnya:awal mula kemunafikan,munafik siapa mereka,al-mufariqah[72 ahli neraka],pecah dan bercabang.sebagaimana yang ALLAH azza wa jalla firmankan:"dan ALLAH hendak menerima taubatmu,sedang orang-orang yang mengikuti hawA nafsunya menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya(dari kebenaran).{Q.S An-NISSA 27)dan dalam firmanNYA yang lain:"sesungguhnya mereka hanyalah syaithan yang menakut-nakuti (kamu)dengan teman-teman setianya.karena itu janganlah kamu takut kepada mereka,tetapi takutlah kepadaKU jika kamu orang-orang yang beriman."(Q.S Ali-Imran 175).serta firmanNYA lainnya:" dan tidaklah ada kebaikan dalam bisikan-bisikan mereka,kecuali bisikan dari orang yang menyuruh bersedakah,atau berbuat kebaikan atau mengadakan perdamaian di antara manusia.barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhoan ALLAH,maka kami kelak akan meberikannya pahala yang besar".(Q.S An-Nissa 114).
Maka ketahuilah sesungguhnya petunjuk harus di cari dan di pelajari,karena tidaklah jalan-jalan yang menuju kesenangan abadi(surga)di lalui dengan susah payah,pengorbanan bahkan jiwa.karena petunjuk adalah ilmu yang di dalamnya ada cahaya penerang.sebagaimana yang rasulullah s.a.w khabarkan dalam sebuah hadits:"ALLAH menciptakan manusia dalam kegelapan.lalu IA melimpahkan seberkas cahaya.barang siapa yang memperolehnya maka akan mendapat petunjuk.dan barang siapa yang tidak memperolehnya maka ia akan celaka.."(Ibnu majah.).kemudian sabda beliau s.a.w lainnya:"barang siapa yang mencari ilmu,maka akan di mudahkan jalannya menuju surga.(di amalkan perihal ilmunya[penulis]'"(Thirmidzi.).
karena kehendak jiwa yang ingin menuju kepada RAAB nya akan mencari dengan intuisi jiwa itu sendiri.ia akan bebas yang berujung kepada ketidak pastian dengan penentuan kebenaran berpijak kepada diri sendiri,sehingga berakibat kepada pemahaman yang salah serta menyimpang,atau hanya sebatas ucapan belaka atau mengikuti orang-orang yang menafsiri al-qur'an  dan hadits rasulullah s.a.w dengan nalar dan hawa nafsu belaka(perasaan hati)sehingga sesat dan menyesatkan.
Adapun alqur'an dan hadits rasulullah s.a.w merupakan wahyu yang harus di tafsiri dan di pahami dengan ilmu pasti,serta cara bagaimana bisa mencapai keduanya.di sinilah di perlukan jalan(manhaj)agar bisa lurus dan tak menyimpang.tidak lain dan tidak bukan hanya melalui para shahabat rasulullah s.a.w seluruhnya.karena mereka mengetahui seluk-beluk al-qur'an dan sunnah rasulullah s.a.w ,dimana keduanya(al-qur'an&sunnah )di turunkan dan di sampaikan.merekalah orang-orang yang beriman pertama kali dengan keduanya,beraqidah,beramal saleh serta bersikap.serta segalanya telah diterangkan dengan jelas,beserta keterangan orang-orang yang mengikuti mereka sampai akhir zaman.karena setiap permasalahan di setiap kurun waktu harus di jelaskan oleh orang-orang yang terpercaya lagi jujur dalam mengikuti mereka.sekali lagi di atas manhaj(jalan)para shabat rasulullah s.a.w seluruhnya(as-salafus shalih).sebagaimana yang rasulullah sabdakan tentang mereka(para shahabat r.a):'Abdullah bin Mas'ûd Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:"Sebaik-baik manusia ialah pada zamanku, kemudian zaman berikutnya, dan kemudian zaman berikutnya. Lalu akan datang suatu kaum yang persaksiannya mendahului sumpah, dan sumpahnya mendahului persaksian."(bukhari-muslim).dan sabda beliau s.a.w lainnya:"kepada kalian bertaqwalah kepada ALLAH  azza wa jalla,dengar dan taatlah meskipun yang memimpin kalian seorang budak.barang siapa yang hidup setelahku,maka ia akan mendapati banyak pertetangan yang banyak.maka peganglah untuk kalian  sunnahku dan sunnah kulafaurrasyidin yang di beri petunjuk.gigitlah ia dengan gigi geraham kalian.barang siapa yang mengadakan suatu perkara yangbaru bid'ah.dan setiap bid'ah itu sesat"(Abu Daud-Thirmidzi ia berkata hadits hasan.dari jalan shahabat Abi Najih al-Irbadh bin Saariah r.a.)
sehinga engkau menjadi seperti apa yang IA firmankan:"engkau(Muhammad)engkau tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada ALLAH dan hari akhir,saling berkasih sayang kepada orang-orang yang menentang ALLAH dan rasulNYA.sekalipun  itu bapak-bapak mereka,anak-anak mereka,saudara-saudara atau keluarga-keluarga mereka.mereka itulah orang-orang yang telah di tanamkan keimanan dalam dada mereka.dan ALLAH telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dariNYA."(Q.S Al-Mujadilah 22.).dan firmanNYA yang lain:"mereka berkata;'sesungguhnya kami dahulu sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut(azab ALLAH).maka ALLAH memberikan karunuia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka""(At-Thur 26-27)
namun hendaknya seseorang tidak terlalu terburu-buru dalam beramal dan mengejar kedudukan di sisi ALLAH s.w.t.karena DIA lah RABB yang tidak mengantuk dan juga tidak tidur,yang selalu mengurusi makhlukNYA,akan selalu menerima setiap perbuatan hambaNYA,selagi seorang hamba berdiri di atas jalur yang benar,seperti jalan yang telah di sebutkan di atas.karena IA pun berfirman:"Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu catatan yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya. .” (Q.S.Al-Mu’minun:  62).
.dan rasulullah s.a.w bersabda perihal ini dengan sebuah hadits:"”Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (terus-menerus) walaupun sedikit.”.(muslim.782 dari 'Aisyah r.a.).
Namun seorang hamba juga hendaknya tidak menunda-nunda waktu untuk melakukan ketaatan apapun bentuknya,karena syaithan akan mencampurinya sehingga ia akan menjadi malas bahkan lalai.sebagaimana yang ALLAH firmankan:"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa." (Ali Imran: 133).dan firmanNYA yang lain:"maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat.yaitu orang yang lalai dalam shalatnya.."(Q.S. Ma'un 4-5) .dalam hal ini pun shahabat yang mulia Abdullah bin 'Umar bin Khathab r.a berkata;"janganlah kamu menungu sore ketika waktu pagi.dan janganlah kamu menunggu pagi ketika waktu sore.".perkataan beliau r.a ini pun berkenaan sebuah hadits:"jadilah kamu hidup di dunia layaknya seorang yang asing atau seorang musafir"( Bukhari  dari shahabt Ibnu 'Umar r.a).
Namun perlu di ketahui,jika ada suatu permaslahan yang engkau belum dapat memecahkannya atau jalan keluarnya karena belum sampainya ilmu kepadamu.atau jika ada suatu perintah ataupun larangan yang belum bisa engkau menjalaninya,maka letakkan atau tunda saja dengan tanpa membuang,melupakan(melalaikan),membenci, bahkan mendustakannya.karena ilmu(petunjuk) serta hidayah&taufik terkadang tidaklah langsung bahkan memerlukan waktu yang hanya ALLAH s.w.t sendirilah yang memberikan itu semua.imam Ahmad bin hambal rahimahullah&imam Asy-syafi'i rahimahullah saja terkadang menunggu hingga satu tahun untuk mmecahkan suatu permasalahan yang di dalamnya mengandung ilmu yang jelas dan terang.
Demikianlah sekilas; untukmu yang kembali.semoga menjadi motifasi dalam menjalaninya.sebagaimana seorang mujahid berkata dalam sebuah syairnya:
                                bangktlah...bangkitlah.....wahai pemuda...
                                sungguh pintu-pintu surga telah di buka
                                pintu  firdaus bersama ruhku
                                di dalam keinginan yang kuat
                                       berjalanlah di bumi dan janganlah kau berkhianat
                                       dan tinggalkanlah orang-orang yang berkhianat&pendusta
                                       dan tolaklah kemegahan dunia&hindarkanlah
                                       di dalam agama ALLAH yang maha penerima taubat.

Sebagai penutup shalawat serta salam terlimpah dan tercurah kepada penutup para nabi dan rasul,panutan seluruh makhluk Muhammad s.a.w .tak lupa kepada para shahabat beliau s.a.w seluruhnya, serta orang-orang yang mengikutinya hingga akhir zaman.

Rabu, 25 Februari 2015

YANG TERHUKUM

Ketika keburukkan kembali kepada yang memulai
   maka ku lihat mereka layaknya mati terkulai.
Entah apa yang mereka cari,terhukum sebelum-
   terlaksananya hukum yang hakiki.
Ya...DIA sang yang penilai/sang yang maha penghisab
   maha adil,telah menetapkan indivu-individu yang congkak-
  dimana harus berada; pasti........
  sementara kepastian ajal akan tiba,namun terlihat-
  seperti layaknya tak berdosa.
  atau memang kecewa,karena setiap individu enggan untuk di perintah.
            Ada apa...?mengapa...? dan bagaimana....?
            mereka sepertinya tahu,tapi tak mau mengerti.
            Layaknya para cendikia yahudi dan sang munafik penipu
            yang terhukum dan pasti terhukum.
  Mengapa begitu...?!.tidakkah berfikir,mengapa begini..?!
  layaknya kaum pandir..........
 yang terhukum dan pasti terhukum
       Seperti si kecil yang selalu mencari dalih
       untuk tidak di perintah,atau lari dari perintah.
       menjadi terhukum pasti terhukum.
Karena DIA yang maha menetapkan
menjadi terhukum atau yang tak terhukum.  
     
  


Sabtu, 21 Februari 2015

AL-MUFARIQAH(72 AHLI NERAKA)

Search Engine DAN SUNGGUH(AGAMA TAUHID)INILAH AGAMA KAMU.AGAMA YANG SATU.DAN AKU ADALAH TUHANMU.MAKA BERTAQWALAH KEPADAKU.KEMUDIAN MEREKA TERPECAH BELAH DALAM URUSAN(AGAMANYA)SETIAP GOLONGAN(MERASA)BANGGA DENGAN APA YANG ADA PADA MEREKA[MASING-MASING].(Q.SAL-MUMINUN52-53)

Perpecahan telah terjadi,di mana setiap mereka telah terpatri keras laksana batu.setiap mereka bangga  dan bermegah-megahan dengan rotasi mereka.karena memang qadarALLAH  telah tetap.bagi kalian yang ingin berjalan  diatas kebenaran,maka wajiblah ia camkan sabda makhluk yang sempurna ini:"ku wasiatkan kepada kalian bertaqwalah kepada ALLAH  azza wa jalla,dengar dan taatlah meskipun yang memipin kalian seorang budak.barang siapa yang hidup setelahku,maka ia akan mendapati banyak pertetangan yang banyak.maka peganglah untuk kalian  sunnahku dan sunnah kulafaurrasyidin yang di beri petunjuk.gigitlah ia dengan gigi geraham kalian.barang siapa yang mengadakan suatu perkara yangbaru bid'ah.dan setiap bid'ah itu sesat"(Abu Daud-Thirmidzi ia berkata hadits hasan.dari jalan shahabat Abi Najih al-Irbadh bin Saariah r.a.)
Segala puji milik ALLAH rabb semesta alam.DIA lah yang telah memberi petunjuk kepada orang-orang yang IA kehendaki.dan barang siapa yang telah di beri petunjuk,maka tiada seorangpun yang sanggup menyesatkannya.dan barang siapa yang di sesatkan NYA,maka tak ada seorangpun yang sanggup memberi petunjuk.
Adalah rasulullah s.a.w.telah mengabarkan melalui kalamnya,sebagaimana sunnahtullah yang tidak akan pernah berubah, tetap berjalan menurut apa yang di kehendakiNYA.agama mana di muka bumi ini yang tiada perpecahan di dalamnya,semuanya memiliki firqah-firqah tersendiri,sebagaimana yang rasulullah s.a.w khabarkan dalam sebuah hadits yang di riwayatkan dari jalan shahabat Anas bin Malik r.a :"Sesungguhnya Bani Israel berpecah menjadi 71 kelompok, dan umat ini akan terpecah menjadi 72 kelompok, seluruhnya di dalam neraka kecuali satu kelompok ”. Sahabat bertanya : ” Wahai nabi Allah, kelompk manakah yang satu itu? Rasulullah menjawab : ”Al Jamaah”. (Musnad Abu Ya’la/ 4127, Majma’ Zawaid/6-229).adapun dalam agama yang mulia ini yakni islam perpecahan terjadi ketika pembagaian zakat di seorang yang bernama dhul khuwayshirah ia seorang pengkritik juga seorang yang tidak puas terhadap kepemimpinan yang ada.sebagaimana yang di khabarkan dalam sebuah hadits. yang di riwayatkan dari jalan shahabatAbu Said al Khudri berkata; Sewaktu Rasulullah saw sedang membahagi-bagikan harta (kepada kaum Muslimin) tiba-tiba Dhul Khuwaysirah al Tamimiy datang dan berkata: ”Berlakulah adil wahai rasulullah”. Mendengar teguran yang kasar itu baginda berkata: ”Celakalah kamu, siapakah yang akan menegakkan keadilan sekiranya aku tidak melakukannya?”. Umar bin Khtatab mencelah, ”Wahai Rasulullah, adakah Anda membenarkanku untuk memancung lehernya?”. Baginda menjawab: ” Biarkanlah dia karena suatu hari nanti dia akan mempunyai pengikut yang akan mencela shalat kamu semua dengan membandingkan dengan shalat mereka, mereka juga mencerca puasa kamu dibandingkan dengan puasa mereka, mereka keluar daripada agama (Islam ) sederas anak panah yang keluar daripada busurnya ” ( Sahih Muslim/2456; Sahih Bukhari/6933; Kitab Muwattha/156; Sunan Abu Daud/6741)dan sebuah hadits lainnya:Rasulullah saw bersabda: ”Nanti pada akhir zaman akan muncul kaum mereka membaca Al-Quran ttetapi tidak melebihi kerongkongan, merka memecah Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya, dan mereka akan terus bermunculan sehingga keluar yang terakhir daripada mereka bersama Dajjal, maka jika kamu berjumpa dengan mereka, maka perangilah sebab mereka itu seburuk-buruk makhluk dan seburuk-buruk khalifah. ” ( Sunan Nasai/4108, Sunan Ahmad/19783 ).kemudian ia(dhul khuwaysirah)meyempal/memisahkan diri dari keumuman kaum muslimin(pemerintahan kaum muslimin).kemudian ia membuat kelompok tersendiri yang di kenal dengan [1]khawarij(hururiah).dan tepatnya mereka di perangi di masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib r.a .karena rsulullah s.a.w memerintahkan sebelumnya dengan sabda beliau yang di riwayatkan oleh shahabat yang mulia Ali bin Abi Thalib r.a :'menyatakan bahwasanya dia mendengar Rasulullah saw bersabda: ”Pada akhir zaman nanti akn muncul kaum berusia muda (ahdasul asnan) berpikiran pendek (sufahaul ahlam), mereka memperkatakan sebaik-baik ucapan kebaikan, mereka membaca Al-Quran tetapi bacaan mereka itu tidak melebihi (melampui) kerongkongan mereka, mereka memecah agama sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya maka dimanapun kamu menjumpainya maka perangilah mereka sebab dalam memerangi mereka terdapat pahala disisi Allah pada hari kiamat kelak. ” (Sahih Bukhari/6930, Sahih Muslim/2462, Sunan Abu Daud/4767, Sunan Nasai/4107 Sunan Ibnu Majah/168, Sunan Ahmad/616 ).dan dalam hadits lainya:"Ketika didatangkan kepala orang-orang Azariqah (salah satu sekte khawarij yang dicetuskan oleh Nafi’ bin Al-Azraq.) dan dipancangkan di atas tangga-tangga Kota Damaskus, datanglah Abu Umamah Al Bahili -radhiyallahu anhu-. Ketika melihat mereka, air matanya pun mengalir dari kedua pelupuk matanya dan berkata, “Mereka adalah anjing-anjing neraka, anjing-anjing neraka, anjing-anjing neraka. Mereka ini (Khawarij) adalah sejelek-jelek orang yang dibunuh di bawah kolong langit ini, dan sebaik-baik orang yang terbunuh dibawah kolong langit adalah orang-orang yang dibunuh oleh mereka (Khawarij). Abu Ghalib kemudian bertanya,”Kenapa engkau menangis?” Abu umamah -radhiyallahu anhu- menjawab, ”Aku kasihan kepada mereka, dahulunya mereka itu ahlul islam” Abu Ghalib berkata lagi, ”Apakah pernyataanmu, “Mereka adalah anjing-anjing neraka” adalah pendapatmu sendiri atau perkataan yang engkau dengar (langsung) dari Nabi -Sholllallahu alaihi wa sallam- ?” Abu Umamah -radhiyallahu anhu- menjawab, ”Kalau aku mengatakan dengan pendapatku sendiri, maka sungguh aku adalah orang yang lancang. Tapi perkataan ini aku dengar dari Rasulullah -Sholllallahu alaihi wa sallam- tidak hanya sekali, bahkan tidak hanya dua kali atau tiga kali.” (HR. At-Tirmidzi (3000), Ibnu Majah (176), Ahmad (V/253).)
Mungkin engkau bertanya mengapa begitu..?mengapa orang-orang yang ahli dalam ibadah di katakan anjingnya neraka..?demikianlah karena intuisi jiwa mereka tidaklah mencapai apa yang di kehendaki rabb  semesta alam.karena IA menurunkan al-qur'an bersama ilmu,yakni hadits rasulullah s.a.w serta orang-orang yang berada bersama beliau s.a.w yakni para shahabat seluruhnya.adapun mereka melihat al-qur'an hanya yang ada pada diri-diri mereka beserta hawa nafsu  bahkan tanpa nalar.sehingga rasul yang terutuspun mereka bantah dan mereka tiadakan begitu saja.
adapun penyimpangan-penyimpangan mereka adalah mengkafirkan pelaku dosa,khususnya dosa-dosa besar, meski mereka para pelaku dosa itu mengakui atas dosa-dosa mereka dan tak menghalalkannya,tanpa memberikan hujjah ataupun alasan(dalil) yang jelas.seperti dalam beberapa ayat al-qur'an,di antaranya:"barang siapa yang tidak memutuskan dengan apa yang di turunkan ALLAH,maka mereka itulah orang-orang kafir" (Q.S Al-Maidah 44.).padahal dalam beberapa ayat lainkan di terangkan:"barang siapa yang tidak memutuskann suatu perkara dengan apa yang di turunkan ALLAH,maka mereka itulah orang-orang yang zalim" (Q.S.Al-Maidah 45).serta dalam ayat lainnya:"barang siapa yang tidak memutuskan perkara dengan apa yang di turunkan ALLAH,maka mereka itulah orang-orang yang fasik"(Q.S.Al-Maidah 47).dan dalam beberapa permasalahan, manusia di berikan pilihan dalam menentukan hukum yang mujmal(umum),sebagaimana yang Ibnu Abbas r.a jelaskan ketika beliau di utus oleh Ali Bin Abi Thalib r.a dalam menyadarkan kaum khawarij sebelum mereka di perangi.mereka berhujah dengan ayat di atas,serta ayat lainnya yang berbunyi:"apakah hukum jahiliah yang mereka inginkan hukum siapakah  yang lebih baik daripada(hukum))ALLAH,bagi orang-orang yang meyakini."(Q.S.Al-Maidah 50.).maka beliau(Ibnu Abbas r.a).berkata:"bukankah ALLAH menyerahkan urusan kepada kedua belah pihak(keluarga)dalam hal cerai sebagaimana yang ALLAH khabarkan:"dan jika kamu khawatir akan persengketaan antara keduanya,maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan.jika keduanya(juru damai itu) bermaksud mengadakan kebaikan,niscaya ALLAH memberikan taufik kepada suami-istri itu.sungguh,ALLAH maha mengetahui,maha teliti.(Q.S. An-Nissa 35).
Kemudian muncul paham yang kedua yakni [2]jahmiyah.paham ini pertama kali di munculkan oleh seorang yang bernama Jahm bin sofwan.ia berpendapat al-qur'an merupakan sesuatu yang di cipta(makhluk).dan ia mendustakan bahwasanya ALLAH s.w.t tidak mengajak bicara nabi Musa a.s .kemudian katanya lagi ALLAH tidak memiliki arsy,surga dan neraka sesuatu yang  tidak kekal,dan tidaklah ada azab kubur.kemudian katanya ALLAH tidak bisa di lihat oleh makhlukNYA,mengingkari mizan(timbangan amal)mengapa demikian..?yaa karena ia berbicara dan berpendapat dengan nalar yang berdiri sendiri,tanpa melihat ilmu yang tetap yakni al-qur'an dan hadits rasulullah s.a.w,serta para shahabat yang hidup bersama beliau s.a.w.
Dari sini kemudian muncul beberapa cabang darinya .diantaranya [3]mutazilah.pertama kali di kumandangkan oleh seorang yang bernama Washil bin Atha.mereka berpendapat sama seperti jahmiah,namun mereka menafikan sifat-sifat ALLAH azza wa jalla,dan menawilkannya(mengartikannya)dengan nalar-nalar mereka.sehinga jika ada wahyu(al-qur'an&hadits rasulullah s.a.w) yang bersebrangan dengan nalar maka mereka tolak,atau mengartikannya tidak dengan semestinya.seperti halnya sifat istawa mereka artikan dengan menguasai.arsy mereka artikan kekuasaan(lihat sura thoha 5).dan begitu juga wajah&tangan ALLAH mereka artikan dengan kekuasaan.karena mereka berkata jika tidak di tawilkan maka menyerupakan ALLAH dengan makhluk.dan sungguh jika mereka kembali kepada ilmu dan tafsir yang benar yakni mengikuti hadits serta para shahabat r.a maka mereka akan mendapati sesuatu yang berbeda dari pendapat mereka.sebagaimana yang ALLAH azza wa jalla firmankan:"DIAlah yang menurunkan kitab(al-qur'an)kepadamu(Muhammad)di antaranya ada ayat-ayat muhkamat(jelas)itulah pokok-pokok kitab dan yang lain mutasyabihat(samar)adapun orang-orang yang condong kepada kesesatan mereka mengikuti yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari tawilnya.padahal tidak ada yang mengetahui tawilnya kecuali ALLAH.dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata;'kami beriman kepadanya(al-qur'an)semuanya dari sisi rabb kami'.tidak ada yang mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal."Q.S Ali-Imaran.7).adapun rasulullah s.a.w bersabda:"ALLAH memberikan kewajiban dan janganlah kalian meninggalkannya.dan memberikan hukum-hukum dan janganlah kalian melanggarnya dan mngharamkan atas sesuatu janganlah kalian mengerjakannya.dan IA mendiamkan sesuatu adalah karena rahmatNYA dan bukan karena lupa.dan janganlah kalian menuntut dan mencari-cari tahu"[tawil/penulis](Ad-hadits hsan;Daraqutni dari jalan shahabat Abi Ts'alabah Husain Jurtsum Ibnu Nasyir r.a.)  .juga mereka berpendapat jika orang gila ataupun orang-orang yang mati ketika masih kecil/anak orang kafir,ataupun yang sama berat amal&dosanya,atau pelaku dosa besar, maka mereka katakan:"mereka berada diantara dua tempat"artinya tidak di surga dan tidak pula di neraka.kemudian seorang yang bernama Abu Hasan Al-Asy'ari seorang dari mereka(namun dalam akhir hidupnya ia bertaubat dan kembali kepada manhaj yang benar/manhaj shalafush-shalih)ia membagi asma wa sifat ALLAH menjadi 40,dengan akal dan nalarnya(yang sebenarnya adalah 99 berdasarkan hadits yang shahih yang duiriwayatkan dari jalan shahabat Abu Hurairah r.a).seperti contoh ALLAH mempunyai sifat wujud,kidam .baqa(ada.pertama,kekal).ketika di lihat dari pemikiran akal memang benar adanya karena kebenaran tidaklah berlawanan dengan akal.namun perlu di ketahui bahwasanya ALLAH s.w.t telah menetapkan sifat bagi diriNYA sendiri yang IA sebutkan dalam Al-qur'an maupun hadits rasulullah s.a.w.namun ketika di lihat dari keduanya(al-qur'an&sunnah)maka kata yang di sebutkan yakni wujud,kidam,baqa tidaklah di sebutkan oleh ahli kalam di atas.IA telah mengabarkan tentang diriNYA bahwasanya IA yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya.atau IA mengabarkan diriNYA memiliki tangan ,wajah,tumit,jari sebagaimana yang tertera dalam al-qur'an maupun hadits rasulullah s.a.w,yang IA sifati dengan diriNYA,yang hanya IA sendirilah yang mengetahui hakikat serta bentukNYA.berdasarkan ayat&hadits di atas,serta sebuah ayat lainnya:"tidak ada sesuatupun yang serupa dengan DIA"(Asy-Syura 11).ini menunjukkan bahwasanya DIA adalah RABBA yang berwujud.dan dalam sifatNYA yang lainnya bahwasanya DIA lah yang awal dan akhir sebagaimana yang IA firmankan:"DIAlah yang awal,yang akhir,yang dzohir,dan yang bathin dan DIA maha mengetahui segala sesuatu."(Q.S Al-Hadid 3).dan sifat-sifat lainnya yang telah di sebutkan dalam al-qur'an&sunnah rasulullah s.a.w.
Lalu muncul sekte berikutnya yakni [4]qadariah.pertama kali di kumandangkan oleh Ma'bad al-Juhaini.mereka di sebut kaum majusinya umat ini. karena mereka  meyakini bahwasanya takdir tidaklah di tentukan oleh ALLAH yang maha mencipta segala sesuatu,atau tanpa kehendakNYA dari awal. .karena menurut mereka manusia lah yang menciptakan kehendak dan keinginan sendiri.maka jika demikian adanya,mengapa manusia berbeda-beda dalam kehidupannya,dalam harta ,strata ataupun dalam hal lainnya..?jika tidak ada kehendak ALLAH yang mutlak,mengapa ada sakit,senang,dan susah..?jika yang mereka katakan benar tentu manusia akan bahagia seluruhnya,karena tidak satupun manusia yang ingin menderita di muka bumi..?.di sini nampaklah jelas nalar mereka tak sanggup menerima ketentuan(takdir)dariNYA.karena di perlukan iman dalam memahami segala ketentuan yang ada,baik dalam diri manusia maupun dalam alam semesta ini.sebagaimana yang IA khabarkan dalam firmanNYA:"setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri,semuanya telah tertulis dalam kitab(lauh mahfuz)sebelum kami mewujudkannya.sungguh yang demikian itu mudah bagi ALLAH."(Q.S.Al-Hadid 22 )   serta dalam hadits di sebutkan,dari Muhammad bin Abu Bakar,telah menceritakan sebuah hadits kepada kami,dari Hasan bin Ibrahim,dari said bin Masruq,dari Yusuf bin Abu Bardah dan dari bapaknya yang berkata,saya pernah menemui Aisyah r.a seraya bertanya;'wahai ummul muminin ceritakanlah kepadaku apa yang pernah engkau dengardari rasulullah s.a.w'Aisyah r.a menjawab,rasulullah s.a.w pernah berbicara kepadaku:"burung-burung itu terbang dengan sessuatu ketetapan.dan bertanda baik membuat ia tajub"(Ahmad,Al-Hakim.ad-dzahabi menshahihkannya.juga oleh al-alBani 860.).
Kemudian muncul sekte[5] jabariah(keterpaksaan),yakni mereka yang meyakini bahwasanya segala sesuatunya ALLAH lah yang berkehendak,tidak ada campur tangan manusia di dalamnya.artinya manusia tidak ada kehendak sedikitpun dalam menentukan hidupnya.jika mereka benar dengan pendapatnya,lalu mengapa ALLAH menurunkan al-qur'an,menciptakan kebaikan dan keburukan,senang&susah beserta jalan-jalan menuju keduanya.serta manusia di berikan otak untuk berfikir agar mencari dan memilih untuk kebahagiaan dunia maupun akhirat.sebagaimana yang di sebutkan dalam sebuah hadits yang di riwayatkan dari jalan shahabat Ali bin Abi Thalib r.a katanya:'kami sedang mengiringi sebuah jenazah di baqi gharqad(sebuah tempat pemakaman di madinah)lalu datanglah rasulullah s.a.w mendatangi kamibeliau segera duduk dan kami duduk di sekeliling beliau yang ketika itu sedang memgang tongkat ekcil.beliau menundukkan kepalanya dan mulailah menggoreskan dengan tongkatnya kemudian bersabda:"tidak ada seorangpun dari kalian atau tidak satu jiwapun yang hidup kecuali telah ALLAH  tentukan kedudukannya dalam surga atau neraka. serta apakah ia menjadi orang yang celaka atau bahagia.lalu seorang lelaki bertanya;'wahai rasulullah!apakah tidak sebaiknya kita berserah diri kepada taqdir dan kita meninggalkan amal dan usaha?rasulullah s.a.w bersabda:"barang siapa yang telah di tentukan sebagai orang yang bahagia,maka ia akan di mudahkan mengerjakan amalan orang yang berbahagia.dan barang siapayang telah di tentukan sebagai orang sengsara,maka ia akan di mudahkan mengerjakan amalan sengsara."(Shahih Muslim no.4786) "
Setelahnya muncul pemahaman [6]murjiah yakni mereka yang beranggapan bahwasanya iman hanya keyakinan hati,serta lisan,adapun amal tidak masuk kedalamnya.jika demikian mengapa ALLAH s.w.t mewajibkan shalat,puasa haji.hijab dan lainnya,yang memang di perlukan gerak ataupun amalan tubuh..?
Setelahnya itu muncul golongan [7]karamiyyah yakni mereka yang memiliki pemahaman bahwasanya iman hanya perkataan,tidak menyakup di dalamnya amalan hati dan dzohir.
Datang kembali satu kelompok yang mereka lebih di kenal dengan [8]sufiyah(sufisme)dengan pemikiran tasawufnya.kata ini pun(sufi) para ulama berbeda pendapat tentang penisbatannya.namun yang pasti mereka orang-orang yang meninggalkan keduniaan,dengan intuisi jiwa sebagai landasan utamanya.dengan penyebutan pencarian tuhan /mendekatkan diri kepada ALLAH dengan pencarian yang nisbi,tanpa ilmu yang pasti dengan penamaan tasawuf,serta berkembang&tercampur dengan ilmu kalam/filsuf(teologi).sehingga nalar-nalar mereka tak berfungsi .tak heran banyak mereka yang sesat lagi jauh menyimpang.ada dari mereka mengkebiri diri mereka.bahkan banyak dari mereka masuk dalam kemusyrikan,kemunafikan.sebagaimana yang mereka katakan:"ALLAH berada di dalam diri/hati kami.ALLAH adalah aku,aku adalah ALLAH.imam As-Safi'i rahimahullah berkata :"barang siapa yang mempelajari ilmu kalam pada pagi harinya,maka akan menjadi gila pada sore harinya".meski banyak dari mereka pula masih berpegang kepada al-qur'an&sunnah rasulullah s.a.w,namun dengan penyimpangan dan tawil yang keliru.dengan intuisi hati dan pencarian hikmah.serta dari mereka pulalah pemalsuan hadits,ataupun perkataan ulama mereka di katakan hadits rasulullah s.a.w .serta membuat-buat sesuatu yang baru dalam agama.
Kemudian muncul belakangan yang mereka di kenal dengan [9]ingkaru sunnah.di mana mereka hampir seluruhnya membuang hadits-hadits rasulullah .s.a.w..mereka hanya menerima al-qur'an,itupun mereka tafsiri dengann pennyimpangan.bagaimana tidak bagaimana mungkin alqur'an di tafsiri tanpa hadits rasulullah s.a.w yang memang beliau s.a.w diperinntahkan untuk itu.mereka inilah yang di khabarkan oleh rasulullah s.a.w  dalam sebuah hadits:"nanti akan datang suatu kaum yang mereka bertelakan di kursi mereka.lalu datang seorang yang mengabarkan;'ini ku beritakan sesuatu yanng datang dari rasulullah s.a.w'maka ia berkat;'cukuplah bagi kami kitabullah.'(.Bukhari.)
dari sinilah maka berkembang beberapa aliran lainnya yang jumlahnya pun tak terhitung,apakah sudah mencapai batas yang di sebutkan oleh rasulullah s.a.w:yakni 72?,ALLAHu ta'ala 'alam.
Meski demikian mereka tidaklah kekal dalam neraka,kecuali mereka yang dikekalkan ALLAH azza wa jalla di dalamnya.
Maka kami katakan kepada orang-orang yang menyimpang itu sudahkah mereka memiliki ilmu  yang cukup sehingga hati,nalar,dan nafsu telah tunduk kepada perintah ALLAH azza wa jalla?lalu mereka menafsiri al-qur'an$hadits rasulullah s.a.w serta menerimanya dengan benar?.ataukah mereka lebih pandai dari para shahabat bahkan rasulullah s.a.w ?sehingga intuisi jiwa mereka berdiri sendiri..?.

Disini di sampaikan kaidah ilmu tafsir,agar para pembaca tidak mudah saja menafsiri sebuah ayat dalam al-qur'an sesuka hati ataupun dengan nalar;
            -hendaknya seorang banyak mengetahui seluk beluk al-qur'an(ingat ataupun hafal)beserta asbabul nuzul[sebab turunnya ayat]
            -banyak mengetahui hadits serta ilmunya(hafal ataupun ingat)berserta asbabul wurud[sebab-sebab rasulullah s.a.w    berkata]
            -mengetahui nasikh(ayat yang di hapus hukumnya namun tetapa ada dalam al-qur'an)
            -mengetahui mansukh(ayat yang menghapus ayat lainnya)
            -mengetahui perkataan para shahabat r.a&amal-amal mereka tentang suatu ayat ataupun hadits
            -mengetahui fiqih al-qur'an&hadits
            -mengetahui fikih para ulama dalam sebuah ayat&hadits
            -tidak dibenarkan merubah,menyamakan,mengartikan asma dan sifat ALLAH.karena IA telah menetapkan nama dan sifat untuk diriNYA.
            -penentuan asma dan sifat bagi ALLAh dengan kaidah bahwasanya fiil yang berdiri sendiri tidaklah bisa di jadikan sebagai sifatNYA yang mutlak,karena fiil yang demikian bisa di kembangkan(tasrif).seperti contoh wayabqo(kekal)dari asal kata baqa-yabqi, dalam Q.S Ar-Rahman ayat 27.namun jika ia (fiil)disandarkan(mustaq)kepada isim maka bisa di jadikan sandaran kepada sifatNYA yang mutlak(ALLAHU TA'ALA 'ALAM). 

Demikian lah sekelumit tentang perpecahan umat islam,semoga dapat mengambil pelajaran bagi yang membacanya.
shalawat serta salam terlimpah dan tercurah kepada penutup para nabi&rasul Muhammad bin Abullah s.a.w.serta keselamatan dan keridhoan bagi para shahabat  beliau seluruhnya.tak lupa juga bagi orang-orang yang berada di atas jalannya hingga akhir zaman.