xmlns= http://www.sitemaps.org/schemas/sitemap/0.9. Sitemap: http://example.com/sitemap_location.xml IBNUSALIMA

Jumat, 13 Maret 2015

MELUPAKAN DAN DI LUPAKAN ALLAH

Search Engine            Bisakah seorang berdiri dan selalu berada di atas jalanNYA,jalan para nabi dan rasul yang terutus?
           berikut dalam lintasan hawariin dan para shahabta rasulullah s.a.w.seluruhnya yang telah di ridhoi
                                                                                                                                  NYA...................?
Segala puji milik ALLAH azza wa jalla yang denganNYA seluruh makhluk meminta dan memohon.shalawat serta salam terlimpah dan tercurah kepada penutup para nabi dan rasul,panutan seluruh makhluk Muhammad bin Abdullah s.a.w.serta tak lupa juga keselamatan dan keridhoan terlimpah dan tercurah kepada para shahabat rasulullah s.a.w seluruhnya,serta kepada orang-orang yang mengikutinya hinga hari akhir.
Kelupaan adalah sebuah fenomena yang wajar dan lumrah,karena itu merupakan  bagian dari makhluk yang yang di ciptakanNYA lemah serta berada selalu dalam kedzoliman diri.namun ketahuilah jika kelupaan ini di biarkan akan menjadi sifat yang sangat buruk.jika kelupaan itu tertancap dalam hati dan mendarah daging di kehidupan.berapa banyak manusia mencari sesuatu,kemudian melupakannya karena faktor kejenuhan atau karena tidak ingin berada dalam suatu yang monoton.seseorang pernah berkata:"dahulu aku belajar dan mengetahui perihal ini dan itu.namun kini terasa layaknya hilang tak berbekas dalam hatimaupun ingatan.".
banyak contoh lainnya perihal lupa.sebut saja seseorang yang memiliki ilmu,lalu karena kecerobohannya;tidak ingin mengulang,mengamalkan ataupun menyampaikannya,sehingga syaithan mudah menggodanya untuk menjadi seorang yang lupa ataupun lalai.sebagaimana yang ALLAH s.w.t khabarkan perihal nabi Musa a.s dengan penyertanya dalam mencari nabi khidir a.s.:"maka ketika mereka (melewati tempat itu) Musa berkata kepada pembantunya;'bawalah kemari makanan kita.sungguh kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini."dia(pembantunya) menjawab;'tahukah engkau ketika mencari tempat berlindung di bati tadi,maka aku lupa(menceritakan perihal)ikan itu.dan tidak ada yang membuat ku lupa mengingatnya kecuali syiathan.dan (ikan )itu mengambil jalannya kelaut dengan cara yang sangat aneh sekali."(Al-Kahfi 62-63).
Dan perlu di ketahui bahwasanya kelupaan yang tidak di sengaja,dengan tidak menyertakan unsur-unsur yang menjadikan seorang lupa ataupun lalai,tidak termasuk kedalam jenis lupa yang di larang ataupun tercatat sebagai dosa.karena ALLAH azza wa jalla berfirman:"Dan tidak ada dosa atasmu jika kamu khilaf tentang itu, tapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Allâh Maha pengampun, Maha penyayang."(al-Ahzâb:5)
.dan dalam firmanNYA yang lain:"sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa apabila mereka di bayang-bayangi pikiran jahat(untuk berbuat dosa)dari syaithan,merekapun segera mengingat ALLAH,maka ketika itu juga mereka melihat(kesalahan-kesalahannya)."(Q.S.Al-'Araf 201).dan di dalam hadits di terangkan dari jalan shahabat Ibnu Abbas r.a ia berkata rasulullah s.a.w bersabda:"sesungguhnya ALLAH tidak memperdulikan kesalahan dari umatku dari kelupaan dan sesuatu yang ia tidak inginkan(benci)."(Ibnu Majjah-al-Baihaqi/hadits hasan)
Yang di maksud lupa disini adalah l lupa yang di dasari oleh menjauhnya seorang hamba dari RABBnya,dari apa-apa yang telah IA perintahkan untuk tetap berada di jalanNYA,jalan bersama rasulullah s.a.w dan orang-orang yang bersama beliau s.a.w(para shahabat r.a) yang jujur terhadap keimanannya,para syuhada dan orang-orang yang shalih.sebagaimana yang IA firmankan:"“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?". Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan". (Thahaa:124-126)..kemudian firmanNYA:"maka kecelakaanlah bagi orang yang lalai.yaitu orang-orang yang lalai dengan shalatnya."(Q.S.Al-Ma'un 4-5).dan dalam ayat lainnya pun di terangkan:"dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada ALLAH.kemudian ALLAH melupakan diri-diri mereka.mereka itulah orang-orang yang fasik(Q.S Al-Hasyr.19)sebagaimana yang rasulullah s.a.w katakan dalam sebuah hadits dari shahabat Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash r.a mengatakan, "Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku: :"wahai Abdullah! janganlah kamu seperti si fulan.dahulu ia melkasanakan shalat tahajud kemudian ia meninggalkannya."(Bukhari).).
Kelupaan adalah sebuah fenomena kelalaian yang di mana bentuknya memerlukan proses serta perjalanan waktu yang di dalamnya di penuhi denganberaneka ragam warna serta corak yang mempengaruhinya.dari hal menunda-nunda waktu kesenangan dunia yang melalaikan seperti;harta,anak,istri,perniagaan,binatang ternak,juga bisa dari faktor kemarahan,kesedihan,permainan dan senda gurau dan sebagainya.sebagaimana yang ALLAH azza wa jalla ingatkan dalam kalamNYA:"wahai orang-orang yang beriman jangan lah harta bendamu dan anak-anak mu melalikan kamu dari mengingat ALLAH.dan barang siapa yang berbuat demikian,maka mereka itulah orang-orang yang rugi."(Q.s Al-Munafiqun 9).dan dalam firmanNYA yang lain di sebutkan:"belum tibakah waktunya untuk orang-orang yang beriman untuk tunduk patuh kepada kebenaran yang datang kepada mereka.dan janganlah mereka seperti orang-orang yang telah di beri kitab sebelumnya,kemudian berlalulah masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras.dan banyak diantara mereka menjadi orang-orang yang fasik."(Q.S Al-Hadid 16).sehingga bisa jadi seorang yang telah di beri ilmu dan mengamalkannya ia akan terperosok kedalam sebuah sikap buruk yang sadar ataupun tidak ia akan atau sudah memasukinya.dalam hal ini pun rasulullah s.a.w bersabda:"seandainya kalian tidak pernah berbuat dosa,maka aku benar-benar khawatir akan menimpa kalian yang lebih besar dari pada itu yakni ujub."(shahih menurut Al-AlBani dalam shilsilah hadits shahihah).
sehingga segalanya di lihat dari kacamata hati yang tertutup oleh kesalahan dan dosa yang telah di lakukan,sehingga tujuan hidup bahkan keimanan hilang lenyap digantikan dengan kedustaan hati dan diri.sebagaimana yang ALLAH s.w.t terangkan perihal kaum munafik:"orang-orang munafik laki-laki dan perempuan satu sama lainnya adalah (sama)mereka menyuruh(berbuat)yang munkar dan mencegah yang ma'ruf. dan mereka menggenggamkan tangannya(kikir)mereka telah melupakan ALLAH,dan ALLAH melupakan mereka."(At-Taubah 67).
Maka ketahuilah sesungguhnya jika seseorang yang telah mengetahui perihal agama yang mulia ini,kemudian ingin agar tetap berada di dalamnya,maka haruslah ia mencari jalan untuk tetap berada di atasnya,  tanpa menyia-nyiakan waktu ataupun dengan permainan yang melalaikan lainnya,juga  tanpa bid'ah serta kurafat.sebagaimana yang ALLAH azza wa jalla perintahkan:"wahai orang-orang yang beriman,bertaqwaklah kepada ALLAH ,carilah jalan untuk mendekatkan diri kepadaNYA..dan berjihadlah di jalanNYA,agar kamu beruntung."(Q.S Al-Maidah 35).
Demikianlah perihal kelupaan.semoga tuisan ini bermanfaat bagi penulis dan pembacanya.

Senin, 09 Maret 2015

UNTU-MU YANG KEMBALI

Search Engine Segala puji milik ALLAH yang memberikan petunjuk bagi siapa yang di kehendakiNYA.IA juga lah yang menetapkan dalam hati seseorang petunjuk tersebut.yang dengannya manusia bisa berjalan di atas jalan terang yang lurus.barang siapa yang di beri petunjuk,maka tidak ada sesuatupun yang dapat menyesatkan.

       KATAKANLAH'"WAHAI HAMBA-HAMBAKU YANG MELAMPAUI BATAS TERHADAP   DIRI MEREKA SENDIRI!JANGANLAH KAMU BERPUTUS ASA  DARI RAHMAT ALLAH ,SESUNGGUHNYA ALLAH MENGAMPUNI DOSA-DOSA SEMUANYA,SUNGUH DIALAH YANG MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENYAYANG.   (az-zummar 53)
    

       KECUALI MEREKA YANG BERTAUBAT DAN BERIMAN SERTA BERAMAL SHALEH
       ALLAH AKAN MENGGANTIKAN KEBURUKAN DENGAN KEBAIKAN(q.s Al-furqan 70)
   
Sepertinya jalan-jalan yang telah terlewati,merupakan sebuah penyesalan,atau memang jalan-jalan itu sesuatu yang telah usang,yang perlu perubahan atau memang suatu yang di benci dengan penyesalan sekedarnya.karena penyesalan sebuah awal di mana sesuatu yang baru dengan suatu pencerahan yang akan di lalui akan kembali rusak atau pun tak berarti,di karenakan tidak tahuannya seseorang bagaimana dan apa yang harus di lakukan ketika memperoleh sebuah petunjuk.

   SESUNGGUHNYA ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG BERTAUBAT, DAN 
        ORANG-ORANG YANG MENSUCIKAN DIRI.(q.s.Al-baqarah 222)
  
Yyyy sesuatu yang wajar tentunya,karena IA sang penerima taubat membentangkan tanganNYA dengan sesuatu yang terkadang IA pun memberikan hambatan serta cobaan dimaksudkan agar yang kembali menjadi sosok lebih kuat,dan tegar serta tidak rapuh.sebut saja di timpa kemalangan berupa kemiskinan,sakit,ataupun lainnya.sebagaimana yang IA khabarkan dalam firmanNYA:"apakah manusia mengira bahwa mereka akan di biarkan saja mengatakan'kami telah beriman'dan mereka tidak di uji?dan sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka.maka ALLAH pasti akan mengetahui orang-orang yang benar,dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.".(Q.S.Al-Ankabut 2-3).serta dalam firmanNYA yang lain:"dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan,kelaparan,kekurangan harta ,jiwa dan buah-buahan.dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.(yaitu)orang-orang yang apabila di timpa musibah,mereka berkata;'inna lilahi wa inna ilahi raji'un[sesungguhnya kami milik ALLAH dan kepadaNYA lah kami kembali'].mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari tuhannya.dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.)".(Q.S.Al-Baqaroh.155-157.).sebagaimana pula rasulullah s.a.w bersabda ketika di tanya oleh Sa'd bin Abî Waqqâsh Radhiyallahu anhu:“Ya Rasûlullâh! Siapakah yang paling berat ujiannya?" Beliau menjawab, "Para Nabi kemudian orang-orang yang semisalnya, kemudian orang yang semisalnya. Seseorang akan diuji sesuai kadar (kekuatan) agamanya. Jika agamanya kuat, maka ujiannya akan bertambah berat. Jika agamanya lemah maka akan diuji sesuai kadar kekuatan -agamanya”.(HR. at-Tirmidzi no. 2398, an-Nasâi no. 7482, Ibnu Mâjah no. 4523 (ash-Shahîhah no. 143).dan dalam hadits lainnya" Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa." (HR. Bukhari).dan sabda beliau s.a.w lainnya:"Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan baginya maka dia diuji (dicoba dengan suatu musibah)". (HR. Bukhari).
Adapun si pengelabu yang licik(syaithan)dari jenis jin dan manusia mempunyai cara tersendiri agar yang kembali(taubat)berbelok arah bahkan menyimpang dari aturan yang telah di gariskan olehNYA.sebut saja bid'ah(mengadakan sesuatu yang baru dalam agama),atau bahkan keraguan dalam sesuatu perkara,masuk dalm sebuah golongan sesat,bahkan kemunafikan sekalipun.(lihat dalam tulisan saya lainnya:awal mula kemunafikan,munafik siapa mereka,al-mufariqah[72 ahli neraka],pecah dan bercabang.sebagaimana yang ALLAH azza wa jalla firmankan:"dan ALLAH hendak menerima taubatmu,sedang orang-orang yang mengikuti hawA nafsunya menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya(dari kebenaran).{Q.S An-NISSA 27)dan dalam firmanNYA yang lain:"sesungguhnya mereka hanyalah syaithan yang menakut-nakuti (kamu)dengan teman-teman setianya.karena itu janganlah kamu takut kepada mereka,tetapi takutlah kepadaKU jika kamu orang-orang yang beriman."(Q.S Ali-Imran 175).serta firmanNYA lainnya:" dan tidaklah ada kebaikan dalam bisikan-bisikan mereka,kecuali bisikan dari orang yang menyuruh bersedakah,atau berbuat kebaikan atau mengadakan perdamaian di antara manusia.barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhoan ALLAH,maka kami kelak akan meberikannya pahala yang besar".(Q.S An-Nissa 114).
Maka ketahuilah sesungguhnya petunjuk harus di cari dan di pelajari,karena tidaklah jalan-jalan yang menuju kesenangan abadi(surga)di lalui dengan susah payah,pengorbanan bahkan jiwa.karena petunjuk adalah ilmu yang di dalamnya ada cahaya penerang.sebagaimana yang rasulullah s.a.w khabarkan dalam sebuah hadits:"ALLAH menciptakan manusia dalam kegelapan.lalu IA melimpahkan seberkas cahaya.barang siapa yang memperolehnya maka akan mendapat petunjuk.dan barang siapa yang tidak memperolehnya maka ia akan celaka.."(Ibnu majah.).kemudian sabda beliau s.a.w lainnya:"barang siapa yang mencari ilmu,maka akan di mudahkan jalannya menuju surga.(di amalkan perihal ilmunya[penulis]'"(Thirmidzi.).
karena kehendak jiwa yang ingin menuju kepada RAAB nya akan mencari dengan intuisi jiwa itu sendiri.ia akan bebas yang berujung kepada ketidak pastian dengan penentuan kebenaran berpijak kepada diri sendiri,sehingga berakibat kepada pemahaman yang salah serta menyimpang,atau hanya sebatas ucapan belaka atau mengikuti orang-orang yang menafsiri al-qur'an  dan hadits rasulullah s.a.w dengan nalar dan hawa nafsu belaka(perasaan hati)sehingga sesat dan menyesatkan.
Adapun alqur'an dan hadits rasulullah s.a.w merupakan wahyu yang harus di tafsiri dan di pahami dengan ilmu pasti,serta cara bagaimana bisa mencapai keduanya.di sinilah di perlukan jalan(manhaj)agar bisa lurus dan tak menyimpang.tidak lain dan tidak bukan hanya melalui para shahabat rasulullah s.a.w seluruhnya.karena mereka mengetahui seluk-beluk al-qur'an dan sunnah rasulullah s.a.w ,dimana keduanya(al-qur'an&sunnah )di turunkan dan di sampaikan.merekalah orang-orang yang beriman pertama kali dengan keduanya,beraqidah,beramal saleh serta bersikap.serta segalanya telah diterangkan dengan jelas,beserta keterangan orang-orang yang mengikuti mereka sampai akhir zaman.karena setiap permasalahan di setiap kurun waktu harus di jelaskan oleh orang-orang yang terpercaya lagi jujur dalam mengikuti mereka.sekali lagi di atas manhaj(jalan)para shabat rasulullah s.a.w seluruhnya(as-salafus shalih).sebagaimana yang rasulullah sabdakan tentang mereka(para shahabat r.a):'Abdullah bin Mas'ûd Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:"Sebaik-baik manusia ialah pada zamanku, kemudian zaman berikutnya, dan kemudian zaman berikutnya. Lalu akan datang suatu kaum yang persaksiannya mendahului sumpah, dan sumpahnya mendahului persaksian."(bukhari-muslim).dan sabda beliau s.a.w lainnya:"kepada kalian bertaqwalah kepada ALLAH  azza wa jalla,dengar dan taatlah meskipun yang memimpin kalian seorang budak.barang siapa yang hidup setelahku,maka ia akan mendapati banyak pertetangan yang banyak.maka peganglah untuk kalian  sunnahku dan sunnah kulafaurrasyidin yang di beri petunjuk.gigitlah ia dengan gigi geraham kalian.barang siapa yang mengadakan suatu perkara yangbaru bid'ah.dan setiap bid'ah itu sesat"(Abu Daud-Thirmidzi ia berkata hadits hasan.dari jalan shahabat Abi Najih al-Irbadh bin Saariah r.a.)
sehinga engkau menjadi seperti apa yang IA firmankan:"engkau(Muhammad)engkau tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada ALLAH dan hari akhir,saling berkasih sayang kepada orang-orang yang menentang ALLAH dan rasulNYA.sekalipun  itu bapak-bapak mereka,anak-anak mereka,saudara-saudara atau keluarga-keluarga mereka.mereka itulah orang-orang yang telah di tanamkan keimanan dalam dada mereka.dan ALLAH telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dariNYA."(Q.S Al-Mujadilah 22.).dan firmanNYA yang lain:"mereka berkata;'sesungguhnya kami dahulu sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut(azab ALLAH).maka ALLAH memberikan karunuia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka""(At-Thur 26-27)
namun hendaknya seseorang tidak terlalu terburu-buru dalam beramal dan mengejar kedudukan di sisi ALLAH s.w.t.karena DIA lah RABB yang tidak mengantuk dan juga tidak tidur,yang selalu mengurusi makhlukNYA,akan selalu menerima setiap perbuatan hambaNYA,selagi seorang hamba berdiri di atas jalur yang benar,seperti jalan yang telah di sebutkan di atas.karena IA pun berfirman:"Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu catatan yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya. .” (Q.S.Al-Mu’minun:  62).
.dan rasulullah s.a.w bersabda perihal ini dengan sebuah hadits:"”Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (terus-menerus) walaupun sedikit.”.(muslim.782 dari 'Aisyah r.a.).
Namun seorang hamba juga hendaknya tidak menunda-nunda waktu untuk melakukan ketaatan apapun bentuknya,karena syaithan akan mencampurinya sehingga ia akan menjadi malas bahkan lalai.sebagaimana yang ALLAH firmankan:"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa." (Ali Imran: 133).dan firmanNYA yang lain:"maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat.yaitu orang yang lalai dalam shalatnya.."(Q.S. Ma'un 4-5) .dalam hal ini pun shahabat yang mulia Abdullah bin 'Umar bin Khathab r.a berkata;"janganlah kamu menungu sore ketika waktu pagi.dan janganlah kamu menunggu pagi ketika waktu sore.".perkataan beliau r.a ini pun berkenaan sebuah hadits:"jadilah kamu hidup di dunia layaknya seorang yang asing atau seorang musafir"( Bukhari  dari shahabt Ibnu 'Umar r.a).
Namun perlu di ketahui,jika ada suatu permaslahan yang engkau belum dapat memecahkannya atau jalan keluarnya karena belum sampainya ilmu kepadamu.atau jika ada suatu perintah ataupun larangan yang belum bisa engkau menjalaninya,maka letakkan atau tunda saja dengan tanpa membuang,melupakan(melalaikan),membenci, bahkan mendustakannya.karena ilmu(petunjuk) serta hidayah&taufik terkadang tidaklah langsung bahkan memerlukan waktu yang hanya ALLAH s.w.t sendirilah yang memberikan itu semua.imam Ahmad bin hambal rahimahullah&imam Asy-syafi'i rahimahullah saja terkadang menunggu hingga satu tahun untuk mmecahkan suatu permasalahan yang di dalamnya mengandung ilmu yang jelas dan terang.
Demikianlah sekilas; untukmu yang kembali.semoga menjadi motifasi dalam menjalaninya.sebagaimana seorang mujahid berkata dalam sebuah syairnya:
                                bangktlah...bangkitlah.....wahai pemuda...
                                sungguh pintu-pintu surga telah di buka
                                pintu  firdaus bersama ruhku
                                di dalam keinginan yang kuat
                                       berjalanlah di bumi dan janganlah kau berkhianat
                                       dan tinggalkanlah orang-orang yang berkhianat&pendusta
                                       dan tolaklah kemegahan dunia&hindarkanlah
                                       di dalam agama ALLAH yang maha penerima taubat.

Sebagai penutup shalawat serta salam terlimpah dan tercurah kepada penutup para nabi dan rasul,panutan seluruh makhluk Muhammad s.a.w .tak lupa kepada para shahabat beliau s.a.w seluruhnya, serta orang-orang yang mengikutinya hingga akhir zaman.

Rabu, 25 Februari 2015

YANG TERHUKUM

Ketika keburukkan kembali kepada yang memulai
   maka ku lihat mereka layaknya mati terkulai.
Entah apa yang mereka cari,terhukum sebelum-
   terlaksananya hukum yang hakiki.
Ya...DIA sang yang penilai/sang yang maha penghisab
   maha adil,telah menetapkan indivu-individu yang congkak-
  dimana harus berada; pasti........
  sementara kepastian ajal akan tiba,namun terlihat-
  seperti layaknya tak berdosa.
  atau memang kecewa,karena setiap individu enggan untuk di perintah.
            Ada apa...?mengapa...? dan bagaimana....?
            mereka sepertinya tahu,tapi tak mau mengerti.
            Layaknya para cendikia yahudi dan sang munafik penipu
            yang terhukum dan pasti terhukum.
  Mengapa begitu...?!.tidakkah berfikir,mengapa begini..?!
  layaknya kaum pandir..........
 yang terhukum dan pasti terhukum
       Seperti si kecil yang selalu mencari dalih
       untuk tidak di perintah,atau lari dari perintah.
       menjadi terhukum pasti terhukum.
Karena DIA yang maha menetapkan
menjadi terhukum atau yang tak terhukum.  
     
  


Sabtu, 21 Februari 2015

AL-MUFARIQAH(72 AHLI NERAKA)

Search Engine DAN SUNGGUH(AGAMA TAUHID)INILAH AGAMA KAMU.AGAMA YANG SATU.DAN AKU ADALAH TUHANMU.MAKA BERTAQWALAH KEPADAKU.KEMUDIAN MEREKA TERPECAH BELAH DALAM URUSAN(AGAMANYA)SETIAP GOLONGAN(MERASA)BANGGA DENGAN APA YANG ADA PADA MEREKA[MASING-MASING].(Q.SAL-MUMINUN52-53)

Perpecahan telah terjadi,di mana setiap mereka telah terpatri keras laksana batu.setiap mereka bangga  dan bermegah-megahan dengan rotasi mereka.karena memang qadarALLAH  telah tetap.bagi kalian yang ingin berjalan  diatas kebenaran,maka wajiblah ia camkan sabda makhluk yang sempurna ini:"ku wasiatkan kepada kalian bertaqwalah kepada ALLAH  azza wa jalla,dengar dan taatlah meskipun yang memipin kalian seorang budak.barang siapa yang hidup setelahku,maka ia akan mendapati banyak pertetangan yang banyak.maka peganglah untuk kalian  sunnahku dan sunnah kulafaurrasyidin yang di beri petunjuk.gigitlah ia dengan gigi geraham kalian.barang siapa yang mengadakan suatu perkara yangbaru bid'ah.dan setiap bid'ah itu sesat"(Abu Daud-Thirmidzi ia berkata hadits hasan.dari jalan shahabat Abi Najih al-Irbadh bin Saariah r.a.)
Segala puji milik ALLAH rabb semesta alam.DIA lah yang telah memberi petunjuk kepada orang-orang yang IA kehendaki.dan barang siapa yang telah di beri petunjuk,maka tiada seorangpun yang sanggup menyesatkannya.dan barang siapa yang di sesatkan NYA,maka tak ada seorangpun yang sanggup memberi petunjuk.
Adalah rasulullah s.a.w.telah mengabarkan melalui kalamnya,sebagaimana sunnahtullah yang tidak akan pernah berubah, tetap berjalan menurut apa yang di kehendakiNYA.agama mana di muka bumi ini yang tiada perpecahan di dalamnya,semuanya memiliki firqah-firqah tersendiri,sebagaimana yang rasulullah s.a.w khabarkan dalam sebuah hadits yang di riwayatkan dari jalan shahabat Anas bin Malik r.a :"Sesungguhnya Bani Israel berpecah menjadi 71 kelompok, dan umat ini akan terpecah menjadi 72 kelompok, seluruhnya di dalam neraka kecuali satu kelompok ”. Sahabat bertanya : ” Wahai nabi Allah, kelompk manakah yang satu itu? Rasulullah menjawab : ”Al Jamaah”. (Musnad Abu Ya’la/ 4127, Majma’ Zawaid/6-229).adapun dalam agama yang mulia ini yakni islam perpecahan terjadi ketika pembagaian zakat di seorang yang bernama dhul khuwayshirah ia seorang pengkritik juga seorang yang tidak puas terhadap kepemimpinan yang ada.sebagaimana yang di khabarkan dalam sebuah hadits. yang di riwayatkan dari jalan shahabatAbu Said al Khudri berkata; Sewaktu Rasulullah saw sedang membahagi-bagikan harta (kepada kaum Muslimin) tiba-tiba Dhul Khuwaysirah al Tamimiy datang dan berkata: ”Berlakulah adil wahai rasulullah”. Mendengar teguran yang kasar itu baginda berkata: ”Celakalah kamu, siapakah yang akan menegakkan keadilan sekiranya aku tidak melakukannya?”. Umar bin Khtatab mencelah, ”Wahai Rasulullah, adakah Anda membenarkanku untuk memancung lehernya?”. Baginda menjawab: ” Biarkanlah dia karena suatu hari nanti dia akan mempunyai pengikut yang akan mencela shalat kamu semua dengan membandingkan dengan shalat mereka, mereka juga mencerca puasa kamu dibandingkan dengan puasa mereka, mereka keluar daripada agama (Islam ) sederas anak panah yang keluar daripada busurnya ” ( Sahih Muslim/2456; Sahih Bukhari/6933; Kitab Muwattha/156; Sunan Abu Daud/6741)dan sebuah hadits lainnya:Rasulullah saw bersabda: ”Nanti pada akhir zaman akan muncul kaum mereka membaca Al-Quran ttetapi tidak melebihi kerongkongan, merka memecah Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya, dan mereka akan terus bermunculan sehingga keluar yang terakhir daripada mereka bersama Dajjal, maka jika kamu berjumpa dengan mereka, maka perangilah sebab mereka itu seburuk-buruk makhluk dan seburuk-buruk khalifah. ” ( Sunan Nasai/4108, Sunan Ahmad/19783 ).kemudian ia(dhul khuwaysirah)meyempal/memisahkan diri dari keumuman kaum muslimin(pemerintahan kaum muslimin).kemudian ia membuat kelompok tersendiri yang di kenal dengan [1]khawarij(hururiah).dan tepatnya mereka di perangi di masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib r.a .karena rsulullah s.a.w memerintahkan sebelumnya dengan sabda beliau yang di riwayatkan oleh shahabat yang mulia Ali bin Abi Thalib r.a :'menyatakan bahwasanya dia mendengar Rasulullah saw bersabda: ”Pada akhir zaman nanti akn muncul kaum berusia muda (ahdasul asnan) berpikiran pendek (sufahaul ahlam), mereka memperkatakan sebaik-baik ucapan kebaikan, mereka membaca Al-Quran tetapi bacaan mereka itu tidak melebihi (melampui) kerongkongan mereka, mereka memecah agama sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya maka dimanapun kamu menjumpainya maka perangilah mereka sebab dalam memerangi mereka terdapat pahala disisi Allah pada hari kiamat kelak. ” (Sahih Bukhari/6930, Sahih Muslim/2462, Sunan Abu Daud/4767, Sunan Nasai/4107 Sunan Ibnu Majah/168, Sunan Ahmad/616 ).dan dalam hadits lainya:"Ketika didatangkan kepala orang-orang Azariqah (salah satu sekte khawarij yang dicetuskan oleh Nafi’ bin Al-Azraq.) dan dipancangkan di atas tangga-tangga Kota Damaskus, datanglah Abu Umamah Al Bahili -radhiyallahu anhu-. Ketika melihat mereka, air matanya pun mengalir dari kedua pelupuk matanya dan berkata, “Mereka adalah anjing-anjing neraka, anjing-anjing neraka, anjing-anjing neraka. Mereka ini (Khawarij) adalah sejelek-jelek orang yang dibunuh di bawah kolong langit ini, dan sebaik-baik orang yang terbunuh dibawah kolong langit adalah orang-orang yang dibunuh oleh mereka (Khawarij). Abu Ghalib kemudian bertanya,”Kenapa engkau menangis?” Abu umamah -radhiyallahu anhu- menjawab, ”Aku kasihan kepada mereka, dahulunya mereka itu ahlul islam” Abu Ghalib berkata lagi, ”Apakah pernyataanmu, “Mereka adalah anjing-anjing neraka” adalah pendapatmu sendiri atau perkataan yang engkau dengar (langsung) dari Nabi -Sholllallahu alaihi wa sallam- ?” Abu Umamah -radhiyallahu anhu- menjawab, ”Kalau aku mengatakan dengan pendapatku sendiri, maka sungguh aku adalah orang yang lancang. Tapi perkataan ini aku dengar dari Rasulullah -Sholllallahu alaihi wa sallam- tidak hanya sekali, bahkan tidak hanya dua kali atau tiga kali.” (HR. At-Tirmidzi (3000), Ibnu Majah (176), Ahmad (V/253).)
Mungkin engkau bertanya mengapa begitu..?mengapa orang-orang yang ahli dalam ibadah di katakan anjingnya neraka..?demikianlah karena intuisi jiwa mereka tidaklah mencapai apa yang di kehendaki rabb  semesta alam.karena IA menurunkan al-qur'an bersama ilmu,yakni hadits rasulullah s.a.w serta orang-orang yang berada bersama beliau s.a.w yakni para shahabat seluruhnya.adapun mereka melihat al-qur'an hanya yang ada pada diri-diri mereka beserta hawa nafsu  bahkan tanpa nalar.sehingga rasul yang terutuspun mereka bantah dan mereka tiadakan begitu saja.
adapun penyimpangan-penyimpangan mereka adalah mengkafirkan pelaku dosa,khususnya dosa-dosa besar, meski mereka para pelaku dosa itu mengakui atas dosa-dosa mereka dan tak menghalalkannya,tanpa memberikan hujjah ataupun alasan(dalil) yang jelas.seperti dalam beberapa ayat al-qur'an,di antaranya:"barang siapa yang tidak memutuskan dengan apa yang di turunkan ALLAH,maka mereka itulah orang-orang kafir" (Q.S Al-Maidah 44.).padahal dalam beberapa ayat lainkan di terangkan:"barang siapa yang tidak memutuskann suatu perkara dengan apa yang di turunkan ALLAH,maka mereka itulah orang-orang yang zalim" (Q.S.Al-Maidah 45).serta dalam ayat lainnya:"barang siapa yang tidak memutuskan perkara dengan apa yang di turunkan ALLAH,maka mereka itulah orang-orang yang fasik"(Q.S.Al-Maidah 47).dan dalam beberapa permasalahan, manusia di berikan pilihan dalam menentukan hukum yang mujmal(umum),sebagaimana yang Ibnu Abbas r.a jelaskan ketika beliau di utus oleh Ali Bin Abi Thalib r.a dalam menyadarkan kaum khawarij sebelum mereka di perangi.mereka berhujah dengan ayat di atas,serta ayat lainnya yang berbunyi:"apakah hukum jahiliah yang mereka inginkan hukum siapakah  yang lebih baik daripada(hukum))ALLAH,bagi orang-orang yang meyakini."(Q.S.Al-Maidah 50.).maka beliau(Ibnu Abbas r.a).berkata:"bukankah ALLAH menyerahkan urusan kepada kedua belah pihak(keluarga)dalam hal cerai sebagaimana yang ALLAH khabarkan:"dan jika kamu khawatir akan persengketaan antara keduanya,maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan.jika keduanya(juru damai itu) bermaksud mengadakan kebaikan,niscaya ALLAH memberikan taufik kepada suami-istri itu.sungguh,ALLAH maha mengetahui,maha teliti.(Q.S. An-Nissa 35).
Kemudian muncul paham yang kedua yakni [2]jahmiyah.paham ini pertama kali di munculkan oleh seorang yang bernama Jahm bin sofwan.ia berpendapat al-qur'an merupakan sesuatu yang di cipta(makhluk).dan ia mendustakan bahwasanya ALLAH s.w.t tidak mengajak bicara nabi Musa a.s .kemudian katanya lagi ALLAH tidak memiliki arsy,surga dan neraka sesuatu yang  tidak kekal,dan tidaklah ada azab kubur.kemudian katanya ALLAH tidak bisa di lihat oleh makhlukNYA,mengingkari mizan(timbangan amal)mengapa demikian..?yaa karena ia berbicara dan berpendapat dengan nalar yang berdiri sendiri,tanpa melihat ilmu yang tetap yakni al-qur'an dan hadits rasulullah s.a.w,serta para shahabat yang hidup bersama beliau s.a.w.
Dari sini kemudian muncul beberapa cabang darinya .diantaranya [3]mutazilah.pertama kali di kumandangkan oleh seorang yang bernama Washil bin Atha.mereka berpendapat sama seperti jahmiah,namun mereka menafikan sifat-sifat ALLAH azza wa jalla,dan menawilkannya(mengartikannya)dengan nalar-nalar mereka.sehinga jika ada wahyu(al-qur'an&hadits rasulullah s.a.w) yang bersebrangan dengan nalar maka mereka tolak,atau mengartikannya tidak dengan semestinya.seperti halnya sifat istawa mereka artikan dengan menguasai.arsy mereka artikan kekuasaan(lihat sura thoha 5).dan begitu juga wajah&tangan ALLAH mereka artikan dengan kekuasaan.karena mereka berkata jika tidak di tawilkan maka menyerupakan ALLAH dengan makhluk.dan sungguh jika mereka kembali kepada ilmu dan tafsir yang benar yakni mengikuti hadits serta para shahabat r.a maka mereka akan mendapati sesuatu yang berbeda dari pendapat mereka.sebagaimana yang ALLAH azza wa jalla firmankan:"DIAlah yang menurunkan kitab(al-qur'an)kepadamu(Muhammad)di antaranya ada ayat-ayat muhkamat(jelas)itulah pokok-pokok kitab dan yang lain mutasyabihat(samar)adapun orang-orang yang condong kepada kesesatan mereka mengikuti yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari tawilnya.padahal tidak ada yang mengetahui tawilnya kecuali ALLAH.dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata;'kami beriman kepadanya(al-qur'an)semuanya dari sisi rabb kami'.tidak ada yang mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal."Q.S Ali-Imaran.7).adapun rasulullah s.a.w bersabda:"ALLAH memberikan kewajiban dan janganlah kalian meninggalkannya.dan memberikan hukum-hukum dan janganlah kalian melanggarnya dan mngharamkan atas sesuatu janganlah kalian mengerjakannya.dan IA mendiamkan sesuatu adalah karena rahmatNYA dan bukan karena lupa.dan janganlah kalian menuntut dan mencari-cari tahu"[tawil/penulis](Ad-hadits hsan;Daraqutni dari jalan shahabat Abi Ts'alabah Husain Jurtsum Ibnu Nasyir r.a.)  .juga mereka berpendapat jika orang gila ataupun orang-orang yang mati ketika masih kecil/anak orang kafir,ataupun yang sama berat amal&dosanya,atau pelaku dosa besar, maka mereka katakan:"mereka berada diantara dua tempat"artinya tidak di surga dan tidak pula di neraka.kemudian seorang yang bernama Abu Hasan Al-Asy'ari seorang dari mereka(namun dalam akhir hidupnya ia bertaubat dan kembali kepada manhaj yang benar/manhaj shalafush-shalih)ia membagi asma wa sifat ALLAH menjadi 40,dengan akal dan nalarnya(yang sebenarnya adalah 99 berdasarkan hadits yang shahih yang duiriwayatkan dari jalan shahabat Abu Hurairah r.a).seperti contoh ALLAH mempunyai sifat wujud,kidam .baqa(ada.pertama,kekal).ketika di lihat dari pemikiran akal memang benar adanya karena kebenaran tidaklah berlawanan dengan akal.namun perlu di ketahui bahwasanya ALLAH s.w.t telah menetapkan sifat bagi diriNYA sendiri yang IA sebutkan dalam Al-qur'an maupun hadits rasulullah s.a.w.namun ketika di lihat dari keduanya(al-qur'an&sunnah)maka kata yang di sebutkan yakni wujud,kidam,baqa tidaklah di sebutkan oleh ahli kalam di atas.IA telah mengabarkan tentang diriNYA bahwasanya IA yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya.atau IA mengabarkan diriNYA memiliki tangan ,wajah,tumit,jari sebagaimana yang tertera dalam al-qur'an maupun hadits rasulullah s.a.w,yang IA sifati dengan diriNYA,yang hanya IA sendirilah yang mengetahui hakikat serta bentukNYA.berdasarkan ayat&hadits di atas,serta sebuah ayat lainnya:"tidak ada sesuatupun yang serupa dengan DIA"(Asy-Syura 11).ini menunjukkan bahwasanya DIA adalah RABBA yang berwujud.dan dalam sifatNYA yang lainnya bahwasanya DIA lah yang awal dan akhir sebagaimana yang IA firmankan:"DIAlah yang awal,yang akhir,yang dzohir,dan yang bathin dan DIA maha mengetahui segala sesuatu."(Q.S Al-Hadid 3).dan sifat-sifat lainnya yang telah di sebutkan dalam al-qur'an&sunnah rasulullah s.a.w.
Lalu muncul sekte berikutnya yakni [4]qadariah.pertama kali di kumandangkan oleh Ma'bad al-Juhaini.mereka di sebut kaum majusinya umat ini. karena mereka  meyakini bahwasanya takdir tidaklah di tentukan oleh ALLAH yang maha mencipta segala sesuatu,atau tanpa kehendakNYA dari awal. .karena menurut mereka manusia lah yang menciptakan kehendak dan keinginan sendiri.maka jika demikian adanya,mengapa manusia berbeda-beda dalam kehidupannya,dalam harta ,strata ataupun dalam hal lainnya..?jika tidak ada kehendak ALLAH yang mutlak,mengapa ada sakit,senang,dan susah..?jika yang mereka katakan benar tentu manusia akan bahagia seluruhnya,karena tidak satupun manusia yang ingin menderita di muka bumi..?.di sini nampaklah jelas nalar mereka tak sanggup menerima ketentuan(takdir)dariNYA.karena di perlukan iman dalam memahami segala ketentuan yang ada,baik dalam diri manusia maupun dalam alam semesta ini.sebagaimana yang IA khabarkan dalam firmanNYA:"setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri,semuanya telah tertulis dalam kitab(lauh mahfuz)sebelum kami mewujudkannya.sungguh yang demikian itu mudah bagi ALLAH."(Q.S.Al-Hadid 22 )   serta dalam hadits di sebutkan,dari Muhammad bin Abu Bakar,telah menceritakan sebuah hadits kepada kami,dari Hasan bin Ibrahim,dari said bin Masruq,dari Yusuf bin Abu Bardah dan dari bapaknya yang berkata,saya pernah menemui Aisyah r.a seraya bertanya;'wahai ummul muminin ceritakanlah kepadaku apa yang pernah engkau dengardari rasulullah s.a.w'Aisyah r.a menjawab,rasulullah s.a.w pernah berbicara kepadaku:"burung-burung itu terbang dengan sessuatu ketetapan.dan bertanda baik membuat ia tajub"(Ahmad,Al-Hakim.ad-dzahabi menshahihkannya.juga oleh al-alBani 860.).
Kemudian muncul sekte[5] jabariah(keterpaksaan),yakni mereka yang meyakini bahwasanya segala sesuatunya ALLAH lah yang berkehendak,tidak ada campur tangan manusia di dalamnya.artinya manusia tidak ada kehendak sedikitpun dalam menentukan hidupnya.jika mereka benar dengan pendapatnya,lalu mengapa ALLAH menurunkan al-qur'an,menciptakan kebaikan dan keburukan,senang&susah beserta jalan-jalan menuju keduanya.serta manusia di berikan otak untuk berfikir agar mencari dan memilih untuk kebahagiaan dunia maupun akhirat.sebagaimana yang di sebutkan dalam sebuah hadits yang di riwayatkan dari jalan shahabat Ali bin Abi Thalib r.a katanya:'kami sedang mengiringi sebuah jenazah di baqi gharqad(sebuah tempat pemakaman di madinah)lalu datanglah rasulullah s.a.w mendatangi kamibeliau segera duduk dan kami duduk di sekeliling beliau yang ketika itu sedang memgang tongkat ekcil.beliau menundukkan kepalanya dan mulailah menggoreskan dengan tongkatnya kemudian bersabda:"tidak ada seorangpun dari kalian atau tidak satu jiwapun yang hidup kecuali telah ALLAH  tentukan kedudukannya dalam surga atau neraka. serta apakah ia menjadi orang yang celaka atau bahagia.lalu seorang lelaki bertanya;'wahai rasulullah!apakah tidak sebaiknya kita berserah diri kepada taqdir dan kita meninggalkan amal dan usaha?rasulullah s.a.w bersabda:"barang siapa yang telah di tentukan sebagai orang yang bahagia,maka ia akan di mudahkan mengerjakan amalan orang yang berbahagia.dan barang siapayang telah di tentukan sebagai orang sengsara,maka ia akan di mudahkan mengerjakan amalan sengsara."(Shahih Muslim no.4786) "
Setelahnya muncul pemahaman [6]murjiah yakni mereka yang beranggapan bahwasanya iman hanya keyakinan hati,serta lisan,adapun amal tidak masuk kedalamnya.jika demikian mengapa ALLAH s.w.t mewajibkan shalat,puasa haji.hijab dan lainnya,yang memang di perlukan gerak ataupun amalan tubuh..?
Setelahnya itu muncul golongan [7]karamiyyah yakni mereka yang memiliki pemahaman bahwasanya iman hanya perkataan,tidak menyakup di dalamnya amalan hati dan dzohir.
Datang kembali satu kelompok yang mereka lebih di kenal dengan [8]sufiyah(sufisme)dengan pemikiran tasawufnya.kata ini pun(sufi) para ulama berbeda pendapat tentang penisbatannya.namun yang pasti mereka orang-orang yang meninggalkan keduniaan,dengan intuisi jiwa sebagai landasan utamanya.dengan penyebutan pencarian tuhan /mendekatkan diri kepada ALLAH dengan pencarian yang nisbi,tanpa ilmu yang pasti dengan penamaan tasawuf,serta berkembang&tercampur dengan ilmu kalam/filsuf(teologi).sehingga nalar-nalar mereka tak berfungsi .tak heran banyak mereka yang sesat lagi jauh menyimpang.ada dari mereka mengkebiri diri mereka.bahkan banyak dari mereka masuk dalam kemusyrikan,kemunafikan.sebagaimana yang mereka katakan:"ALLAH berada di dalam diri/hati kami.ALLAH adalah aku,aku adalah ALLAH.imam As-Safi'i rahimahullah berkata :"barang siapa yang mempelajari ilmu kalam pada pagi harinya,maka akan menjadi gila pada sore harinya".meski banyak dari mereka pula masih berpegang kepada al-qur'an&sunnah rasulullah s.a.w,namun dengan penyimpangan dan tawil yang keliru.dengan intuisi hati dan pencarian hikmah.serta dari mereka pulalah pemalsuan hadits,ataupun perkataan ulama mereka di katakan hadits rasulullah s.a.w .serta membuat-buat sesuatu yang baru dalam agama.
Kemudian muncul belakangan yang mereka di kenal dengan [9]ingkaru sunnah.di mana mereka hampir seluruhnya membuang hadits-hadits rasulullah .s.a.w..mereka hanya menerima al-qur'an,itupun mereka tafsiri dengann pennyimpangan.bagaimana tidak bagaimana mungkin alqur'an di tafsiri tanpa hadits rasulullah s.a.w yang memang beliau s.a.w diperinntahkan untuk itu.mereka inilah yang di khabarkan oleh rasulullah s.a.w  dalam sebuah hadits:"nanti akan datang suatu kaum yang mereka bertelakan di kursi mereka.lalu datang seorang yang mengabarkan;'ini ku beritakan sesuatu yanng datang dari rasulullah s.a.w'maka ia berkat;'cukuplah bagi kami kitabullah.'(.Bukhari.)
dari sinilah maka berkembang beberapa aliran lainnya yang jumlahnya pun tak terhitung,apakah sudah mencapai batas yang di sebutkan oleh rasulullah s.a.w:yakni 72?,ALLAHu ta'ala 'alam.
Meski demikian mereka tidaklah kekal dalam neraka,kecuali mereka yang dikekalkan ALLAH azza wa jalla di dalamnya.
Maka kami katakan kepada orang-orang yang menyimpang itu sudahkah mereka memiliki ilmu  yang cukup sehingga hati,nalar,dan nafsu telah tunduk kepada perintah ALLAH azza wa jalla?lalu mereka menafsiri al-qur'an$hadits rasulullah s.a.w serta menerimanya dengan benar?.ataukah mereka lebih pandai dari para shahabat bahkan rasulullah s.a.w ?sehingga intuisi jiwa mereka berdiri sendiri..?.

Disini di sampaikan kaidah ilmu tafsir,agar para pembaca tidak mudah saja menafsiri sebuah ayat dalam al-qur'an sesuka hati ataupun dengan nalar;
            -hendaknya seorang banyak mengetahui seluk beluk al-qur'an(ingat ataupun hafal)beserta asbabul nuzul[sebab turunnya ayat]
            -banyak mengetahui hadits serta ilmunya(hafal ataupun ingat)berserta asbabul wurud[sebab-sebab rasulullah s.a.w    berkata]
            -mengetahui nasikh(ayat yang di hapus hukumnya namun tetapa ada dalam al-qur'an)
            -mengetahui mansukh(ayat yang menghapus ayat lainnya)
            -mengetahui perkataan para shahabat r.a&amal-amal mereka tentang suatu ayat ataupun hadits
            -mengetahui fiqih al-qur'an&hadits
            -mengetahui fikih para ulama dalam sebuah ayat&hadits
            -tidak dibenarkan merubah,menyamakan,mengartikan asma dan sifat ALLAH.karena IA telah menetapkan nama dan sifat untuk diriNYA.
            -penentuan asma dan sifat bagi ALLAh dengan kaidah bahwasanya fiil yang berdiri sendiri tidaklah bisa di jadikan sebagai sifatNYA yang mutlak,karena fiil yang demikian bisa di kembangkan(tasrif).seperti contoh wayabqo(kekal)dari asal kata baqa-yabqi, dalam Q.S Ar-Rahman ayat 27.namun jika ia (fiil)disandarkan(mustaq)kepada isim maka bisa di jadikan sandaran kepada sifatNYA yang mutlak(ALLAHU TA'ALA 'ALAM). 

Demikian lah sekelumit tentang perpecahan umat islam,semoga dapat mengambil pelajaran bagi yang membacanya.
shalawat serta salam terlimpah dan tercurah kepada penutup para nabi&rasul Muhammad bin Abullah s.a.w.serta keselamatan dan keridhoan bagi para shahabat  beliau seluruhnya.tak lupa juga bagi orang-orang yang berada di atas jalannya hingga akhir zaman.

               

Rabu, 11 Februari 2015

BENIH SYI'AH DAN PENENTANGANNYA

Search Engine Segala puji bagi ALLAH dengan pujian yang paling baik,yang telah menciptakan kebaikan dan keburukkan berserta apa-apa yang berada di dalamnya.IA  telah menentukan jalan dan cara hingga sampai kepada keduanya.karena ketetapannya mutlak bagi siapa yang IA kehendaki,serta kehendak manusia pullah yang memilih kedua jalan tersebut.karena IA telah memberikan putusan bagi manusia untuk memilih akan berada dimana ia berada.
Telah di singgung dalam 2 tulisanku yang telah lalu(tentang jalan penentangan yahudi&munafik siapa mereka).bahwasanya keduanya merupakan ahli neraka yang telah di tetapkan kepastiannya oleh ALLAH azza wa jalla.mereka kekal didalamnya.mereka memiliki sifat-sifat yang melekat dan takkan pernah lepas dari diri-diri mereka.dari sifat penentang,pendustaan,mempermainkan dan merubah ayat-ayat ALLAH,memusuhi para nabi&rasul serta orang-orang yang berada di atas jalannya.sehingga apa-apa yang ada pada diri mereka merupakan keburukkan yang di timbulkannya pun hanya sebuah kerusakan belaka.
Setelah mereka berlalu(yahudi&munafik)dari apa-apa yang ALLAH s.w.t turunkan berupa mukjizat dan wahyu dengan di tutupnya kenabian dan kerasulan Muhammad s.a.w,maka ALLAH azza wa jalla telah menerangkan semua dan menutup sifat-sifat mereka,agar kaum mukminin mengetahui dan manusia pada umumnya mengambilpelajaran serta menjauhi sifat-sifat tersebut.
Adalah syi'ah sebuah ajaran yang muncul dari kedengkian,kesombongan serta kekafiran seorang yahudi yang bernama Abdullah bin Saba.ia seorang yahudi pendusta yang berpura-pura masuk islam pada zaman ke khlifahan Utsman bin Affan r.a,namun pada hakikatnya ingin memecah belah kaum muslimin(pada waktu itu)dan meghancurkannya.karena ia tahu bahwasanya mereka(kaum yahudi)adalah orang-orang yang telah mengetahui kebenaran,kemudian congkak dan sombong,menjadi kafir dan terkalahkan oleh kebenaran yang hakiki,sempurna; yakni al-islam.
lihat kembali jalan penentangan yahudi.
Kemudian Abdullah bin saba masuk islam dengan kedustaannya.sebagaimana kedustaan kaum munafik dalam keimanannya.yang rasulullah s.a.w khabarkan dalam sebuah hadits dari Abdullah ibnu AMR Al-Ash r.a. bahwa rasulullah s.a.w. bersabda”4 hal jika ada pada diri seseorang maka  ia menjadi munafiq tulen. Dan jika terdapat sesuatu dari nya maka terdapat kemunafiqan  padanya,sampai ia menghilangkannya,jika di beri amanat ia khianat,apabiala berjanji ia ingkar,apabila  berbicara ia dusta,apabila bertengkar ia curang.”(riwayat bukhari-muslim).kemudian dalam sabda beliau s.a.w lainnya ,dari shahabat Muadz bin jabbal r.a ia berkata ;'rasulullah s.a.w bersabda:"barang siapa yang mati dan di dalam hatinya tidak ada niat untuk berjihad,maka ia mati dalam cabang kemunafikan."(Al-Bukhari).
Dengan mengadakan kebohongan dan kedustaan,mereka memunculkan ke cintaan kepada ahlul bait(keluarga rasul s.a.w)mereka ingin merubah keimanan kaum muslimin menjadi ke-kafiran yang amat sangat.sebagai bentuk kekafiran mereka adalah tidak mengakui al-qur'an  yang ada pada kaum muslimin dengan memberikan syubhat(keraguan)bahwasanya al-qur'an telah di rubah dan di kurangi oleh khalifahU'tsman bin Affan r.a. ,serta pengkafiran mereka kepada para shahabat rasulullah s.a.w.(kecuali yang empat:Alibin Abi Thalib r.a,Salman al-Farisi r.a,Abu Dzarr al-Gifari r.a,Abu Darda r.a),serta istri-istri beliau s.a.w(ibunda kaum mukmunin).dan  mengagap tidaklah syah shalat jika tidak adanya tanah karbala(tanah tempat dimana terbunuhnya Hasan&Husain radiallahu'anhuma).
Serta sifat munafik mereka,yakni kepercayaan mereka bahwasanya jibril a.s. salah memberikan wahyu yang seharusnya menurunkankannya kepada Ali bin Abi Thalib r.a,bahkan menganggapnya sebagai tuhan.lihatlah bentuk kemunafikan mereka mempunyai dua muka,dengan pengelabuan mencintai ahlul bait,namun pada hakikatnya memusuhi ALLAH,jibril a.s dan rasulullah s.a.w.ALLAH azza wa jalla berfirman perihal ini:" Katakanlah : Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya ( Al Qur’an ) ke dalam hatimu dengan seizin Allah ; membenarkan apa ( kitab-kitab ) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman . Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir "(Q.S Al-Baqarah 97-98.).
Kemudian dengan sifat yahudi mereka yakni dengan pengungkapan penyesalan mereka terhadap pembunuhan Ali bin Abi Thalib r.a serta kedua putra beliau yakni Hasan&Husain r.a. (pada dasarnya merekalah yang membunuh mereka),dengan cara melakukan pendzolimzn kepada diri-diri mereka sendiri dengan cara melukai diri dengan senjata tajam pada bulan muharam tepatnya hari ke sepuluh(asy-syuro).ini serupa dengan peribadatannya kaum yahudi yang melakukan penyesalan di tembok ratapan sebagai tempat peribadatan mereka.
Serta menghalalkan nikah mut'ah(kawin kontrak)bagi siapa saja yang menghendakinya.padahal ALLAH dan rasuNYA telah mengharamkannya.karena dalam nikah mut'ah terdapat berbagai kerusakan.karena mereka mengangagap pernikahan hanyalah sekedar pelampaisan sex  yang di dasari dengan suka-sama suka serta terikat hanya dengan perjanjian yang singkat.artinya jika seseorang sedang bernafsu,ia bisa mengadakan janji dengan keterikatan waktu tertentu.dan juga dalam nikah mut'ah tak ubahnya layaknya operilaku binatang,dengan perzinanahan(pelacuran berjangka waktu).ini sangat bersebrangan dengan syariat islam yang mulia.sebab dalam islam,nikah bertujuan agar adanya kelangsungan hidup bagi manusia serta jelasnya nashab(keturunan).
Mereka kaum syi'ah adalah musuh utama bagi kaum muslimin,khususnya mereka memusuhi ahlu sunnah aljamaah(manhaj shalafus-shalih).karena merekalah (manhaj shalafus-shalih)adalah orang -orang yang selalu menjaga sunnah nabi s.a.w dan memurnikannya.
  
Demikianlah sekilas tentang ajaran syi'ah.mereka kaum yang memiliki dua keburukkan sekaligus,yakni:sifat munafik dan sifat yahudi.dan jika terdapat dalam diri seseorang maka celakalah ia.adapun yahudi mereka orang-orang yang pendengki lagi sombong,pembuang kebenaran lagi kafir.adapun kaum munafik adalah kaum yang bodoh yang tidak ingin mengetahui kebenaran.karena hatinya di penuhi dengan permainan dan kesenangan yang menipu.hingga mereka menjadi orang-orang yang tidak amanah,pendusta dan mendustai dan mempermainkan kebenaran.
semoga tulisan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca,serta bisa menjauhi dan membuang  subhat tentang nya.
   

Sabtu, 07 Februari 2015

Al-AHADDAN(untuk yang SATU)

Kutulis ini untuk mereka yang menyembahNYA,dengan segala ketundukkan:
jiwa,hati kepala,berikut intuisi,nalar,imajinasi,serta apa-apa yang ada di diri.
Ketahuilah jika saja segala sesuatunya IA ciptakan sia-sia,tentu akan di biarkanNYA,-
berjalan tanpa garis edar,kodrat,tanpa jalan penerang yang terikat.
Dan apa-apa yang tertulis di bawah ini merupakan satu kesatuan dari apa yang ada di setiap diri manusia.
Maka intuisi yang di dasari dengan nalar terlebih lagi imajinasi,jika ia tetap berada dalam garis sebagaimana mestinya.,maka ia masih berada sebagaimana fungsi ia di ciptakan.
Namun jika ia telah meranggas liar,maka akan  berubah menjadi sang penentang;yang berubah menjadi bayang-bayang,halusinasi,filsafat tak bertepi.,meski sebagian manusia menganggap ia di atas kepintaran.
Maka aku katakan..!benarr..jika ia di gunakan sebatas dunia.artinya tidakkah kemajuan zaman dan perubahan dari yang tak ada  menjadi ada terjadi melalui revolusi daya nalar,imajinasi serta gerak intuisi....?
Namun jika ia berjalan untuk menggapai sang pencipta,maka ia akan berada dalam ruang lingkup nisbi.
Karena DIAlah ALLAH yang membatasi dengan batas perjanjian yakni iman.karena ketika manusia di ciptakan telah di berikan janji dan amanah bahwasanya tiada tuhan yang patut di sembah melainkan DIA.
"dan (ingatlah)ketika tuhanmu mengeluarkan dari sulbi(tulang belakang)anak cucu Adam keturunan mereka dan ALLAH mengambil kesaksian terhadap ruh mereka(seraya berfirman)’bukankah AKU ini tuhanmu?’mereka menjawab benar(ENGKAU tuhan kami),kami bersaksi.’(kami lakukan yg demikian itu)agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan.’sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap hal ini.”(Q.S Al-A’raaf:172).”
Karena sifatnya yang turun naik,iman seseorang bisalah berubah.karena sesuatu bentuk lain akan menutupinya,seperti bujuk rayu dan hembusan syaithan serta hawa nafsu.hingga ia menjadi manusia sombong,congkak,pendusta,tidak amanah,ujub&bentuk keburukan lainnya.
hingga pada puncaknya ia akan menutupi hati dan membatu.hingga menjadi penentang yang keras,kafir,ateis,munafik.
Adapun hubungan antara hati dengan nalar adalah di mana hati sebagai penerima sinyal dari sebuah keinginan,dari suatu kehendak untuk berfikir yang di dalamnya terdapat percampuran bisikan syaithan dari tipuan,permainan atupun kesenangan.maka keridhoan kehendak RABBlah semua bisa teratasi.jika itu ada dalam diri ,maka akan timbul ketenangan serta kebahagian yang benar juga ketundukkan.dan ia pun akan paham untuk apa ia tercipta.sebagaimana firmanNYA:"AKU tidak menciptakan jin dan manusia,,kecuali mereka hanya menyembahKU."(Q.S Az-Zariat:56)
Dan tidaklah bisa intuisi ataupun daya nalar serta imajinasi akan bisa mencapai yang maha esa.karena DIAlah ALLAH yang maha suci tidak akan tercampuri dengan sesuatu keburukan.dan DIA hanya bisa di capai melalui kalamNYA(Al-qur'an)dengan keterangan rasulNYA,Muhammad s.a.w bersama orang-orang yg bersama beliau s.a.w(pra shahabat r.a)serta mereka yang berada di jalannya,teriring para sidiqin,syuhada,shalihin hingga akhir zaman.
Jika ini telah di dapati dalam diri seseorang,maka ia bisa menghalau apa-apa yang datang&masuk kedalam hati dari bujuk rayu&hembusan syaithan dari bangsa jin dengan zikir,karena DIA berfirman:;" Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.(Al a’raf:201)dan firmanNYA yang lain" (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar ra’d:28).
Adapun yang datang yang datang dari manusia ia bisa menasehati(memberikan sesuatu yang membekas dalam hati),pergi berlalu atau melawannya dengan kekuatan.karena jika intuisi&nalar yang membatu,tidak bisa tidak harus di pecahkan dengan tangan(jihad fi sabilillah).
 
 .
Search Engine

Rabu, 04 Februari 2015

MENGAPA BEGITU..?

Search Engine         Aku berfikir,ada sesuatu dalam diri ini.namun jika ku ceritakan ...sepertinya akan menjadi cerita lain.namun jika tidak ku ceritakan banyak kepalanya rasanya saling mengira tak karuan,atau malah menjadi fitnah nantinya.meski sekarang saja benih-benihnya sudah ada dan terasa.
Aku teringat dan di ingatkan perihal ini dengan kalamNYA:"WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN!JAUHILAH OLEHMU DARI KEBANYAKAN PRASANGKA,SESUNGGUHNYA SEBAGAGIAN PRASANGAKA MERUPAKAN DOSA."(q.a al-hujurat ;12).
        Uuuuhhhh dalam kesendirianku,aku terbawa oleh intuisi jiwa yang memang tidak baik.
:"mengapa begitu....?" ya...karena di dalamnya terdapat prasangka diri,dari bentuk ujub hingga kesombongan.meski aku tidak berada di dalamnya,bi idznillah.....!
Mungkin engkau bertanya:" mengapa begitu...?!"ya...karena aku mengetahui tentang diriku dan apa-apa yang ingin mempengaruhiku hati dan pikiranku,bi idznillah..!namun sekali lagi ku katakan ini bukanlah sebuah bentuk dari bangga diri atau kesombongan.
Heyyy tahukah kamu apa itu nafsu...? bagaimana ia bisa menjadikan seorang menjadi layaknya kerbau di cucuk hidung.mungkin engkau bertanya ;"mengapa bisa begitu...?!"
mengapa tidak..?!mungkin engkau pernah merasa atau memang telah merasakan ketika datang sesuatu yang engkau sendiri tidak sadari,ia layaknya kabut yang menyelimuti.sedang engkau sadar atau tidak-
 ia akan....bahkan telah menguasaimu..?.yaaa sebuah nafsu yang tidak memiliki penglihatan apalagi nalar untuk berfikir.terlebih lagi nafsu seorang munafik,ia seperti berada di atas langit ketujuh,namun pada hakikanya berada di bawah lapisan bumi paling bawah.
        Kembali pada diriku.adapun dan ketika datang nafsu yang tak berwujud,kutenangkan diriku lalu pelan...perlahan....ku ajak atau ku seret ia ke sesuatu yang membuatku tenang dengan kebenaran.
terkadang ku ajak untuk mencela keburukan dengan..;ber-intuisi atau ber-imajinasi yang dengannya aku bisa tenang dengan kebenaran.seperti ini saja rasanya banyak kepala ingin mencampuri...yaaa itu tadi sepertinya ingin mengambil sesuatu dariku.entah ingin menjadi seorang yang  benar dengan nafsunya..atau sebatas haaaaahaaaa saja.karen jika ada nafsu yang lain,maka ia akan saling mempengaruhi,atau ya...itu tadi seperti layaknya kerbau di cucuk hidung.
Terlepas dari perihal yang lalu,ada sesuatu bentuk lain atau ...engkau bertanya...bagaimana jika keduanya sama kuat dalam hal nafsu..?maksudnya,,,,jika dalam bentuk yang serupa,,semua tahu pasti apa yang akan terjadi.,tapi bagaimana jika dalam bentuk yang serupa namun tak sama...?
oooooooo itu akan lain ceritanya.aku katakan aku katakan takan pernah ia bisa menjaga dirinya.,karena sekuat apapun manusia ia punya sisi lemah,terlebih lagi dengan nafsu sebagai lawannya.dan ia bukan seorang nabi.
Kuceritakan sebuah kisah perihal nabi Yusuf a.s.ia seorang yang mulia dan di muliakan .ia saja tak sanggup membentangi dirinyadari nafsu,kecuali rahmat ALLAH lah yang turun padanya,dan ia selamat dari nafsu buruk.
Lalu jika engkau bertanya iakan seorang nabi..?!lalu bagaimana dengan lainnya.?
Maka aku katakan patuhlah dan imani kalamNYA:"janganlah kamu dekati zina"(q.s Al-isro )
ooohhhh ya yang masuk di dalamnya:pandangan mata,dekat apalagi menyentuh.meski dalam berbeda kadar berat dan ringan hisabnya(allhu ta 'ala 'alam).
        Adapun nafsunya kaum munafik yang mereka terasa berada di atas langit yang ketujuh.namun pada hakikatnya berada dalam lapisan bumi paling bawah.
mengapa begitu..?!uuuuuhhhhh sebenarnya aku enggan bicara perihal mereka,karena merekalah seburuk-buruk makhluk.adapun nafsu mereka penuh dengan senda gurau dan permainan belaka.terkadang begini lalu begitu,semuanya di liputi dengan kedustaan.hingga pada akhirnya hanya fata morgana belaka.
Jika engkau mendapati yang demikian maka pergi kemudian berlalu,itu jalan terbaik.sebab jika tidak,maka engkau akan terjerat,lalu menjadi seperti mereka.karena yang menciptakan langi &dan bumi telah mengabarkan:"bisikan-bisikan(orang munafik)seperti bisikan syaithan yang berkata kepada manusia'kafirlah kamu'maka ketika ia telah kafir ia berkata'aku berlepas diri dari kamu,sesungguhnya aku takut kepada ALLAH rabb semesta alam'."(q.s al-Hasyr 16).
uuuuuuhhh syaithan saja takut kepadaNYA,lantas si munafiktetap saja ber-hahahahaha,hihihihihi .
Sudahlah kututup saja intuisi ini,semoga saja aku-kamu tidak atau bahkan menjadi seperti simunafik tadi.


                                             
                   Intuisi yang mengalir di dasari dengan imajinasi,maka ia akan benar
  atau ia akan menjadi sebuah hikmah-yang tidak bisa di cari dan di pelajari.
  berapa banyak mereka yang ber-intuisi namun hanya sebuah "bebek-bebek-kan belaka,atau
        sebuah kemunafikan yang hanya mencari dunia.
                Maka perhatikanlah siapa yang berkata.apakah ia sudah di benarkan dengan al-qur'an&sunnah     nabi s.a.w.dan berjalan di atas jalannya para shahabat r.a serta beramal dengannya...?

                            "Hati-hatilah terhadap penyimpangan ahli hikmah &
                              perdepatan kaum munafik terhadap al-qur'an" 
                                          (Umar bin Khathab r.a)