xmlns= http://www.sitemaps.org/schemas/sitemap/0.9. Sitemap: http://example.com/sitemap_location.xml IBNUSALIMA

Selasa, 11 Juni 2013

PERIHAL JUAL BELI

www.arrahmah.comSearch Engine

Segala puji bagi ALLAH azza wa jalla,yg telah menetapkan halal dan haram ataupun baik dan buruk menurut kadarnya masing-masing.yang IA ciptakan sendiri dengan ketentuanNYA pula.dengan ilmuNYA,IA memberikan pengetahuan tentang keduanya bagi siapa yg di kehendakiNYA.sebagai mana yg rasulullah s.a.w sabdakan:”yang halal telah jelas,dan yang haram telah jelas.diantara keduanya ada perkara yg samar(subhat),yang tidak diketahui  oleh kebanyakan orang.barang siapa yang berada dalam yang samar,maka ia telah berada di dalam perkara yang haram.”(riwayat:Bukhari-Muslim/dari jalan shahabat An’Numan bin Basyir r.a.).dan dalam hadits yg di riwayatkan dari jalan shahabat Hasan bin Ali r.a ia berkata;’aku hafal suatu hadits dari rasulullah sa.w.:”tinggalkanlah apa yg meragukanmu,kepada apa yg tidak meragukanmu.”(An-Nasai-At-Thirmidzi-Ibnu Hibban).dan sabda beliau s.a.w.dari  An-Nawas bin  Sam’an r.a dari nabi sa.a.w beliau bersabda:”kebaikan adalah perilaku yg baik.dan dosa itu apa yg meragukan dalam hatimu dan engkau tidak suka jika orang lain mengetahuinya.”(Muslim)
 Adalah jual beli satu dari sekian banyak ketentuanNYA,yg IA berikan bagi para manusia di muka bumi.sebagaimana firmanNYA:”wahai orang-orang yg beriman!janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yg bathil.kecuali dalam perdagangan yg berlaku atas dasar suka suka di sama antara kamu.”(Q.S An-Nissa 29).namun perlu di ketahui dalam akad/ketentuan jual beli terdapat berbagai macam cara sebagaimana ketetapan dan cara lainnya.karena didalamnya terdapat keinginan seseorang atau pun beberapa orang dalam mencari keuntungan  berupa uang ataupun materi juga kepuasan bagi orang yang menginginkan suatu barang tertentu.karena itu pula syaithan masuk melalui pintu-pintu ini,sebagaimana yang rasulullah s.a.w sabdakan:”jika engkau bisa maka janganlah menjadi orang yg paling pertama masuk pasar dan yg teraakhir keluar darinya. Sebab pasar merupakan pertarungan syaithan,dan di sana syaithan menancapkan panjinya.”(Muslim dari shahabat  Salman Al-Farisi).lihat juga tulisan saya perihal riba dan macamnya.
Disini penulis mencoba mengutarakan apa-apa yang harus di lakukan dan apa-apa yg harus di jauhi dalam akad jual beli,agar seseorang terhindar dari sesuatu yg haram,samar-samar(subhat).tentunya dengan se izin ALLAH s.w.t,serta melalui kalam/hadits-hadits rasulullah s.a.w.
Syarat sahnya jual beli telah di tetapkan dalam islam sebagaimana yang rasulullah s.a.w sabdakan dari jalan shahabat Ibnu ‘Umar r.a bahwa rasulullah s.a.w bersada:”dua orang yg berjual beli,masing-masing mempunyai hak pilih(diteruskan atau tidak)selama keduanya belum berpisah.kecuali apabila dalam jual beli itu telah di tentukan sebelumnya satu pilihan tertentu”(Muslim 1477).dan beliau s.a.w juga telah memberitahukan bagaimana akad dalam jual beli ini berlangsung,agar mendapatkan keberkahan di dalamnya.sebagaimana yang rasulullah s.a.w katakan dalam sebuah hadits yg di riwayatkan dari jalan shahabat Anas bin Malik r.a ia berkata;’pernah terjadi kenaikan harga barang-barang di Madinah pada zaman rasulullah s.a.w.orang-orang berkata;’ya..,rasulullah,telah naik harga-harga bagi kami.maka rasulullah s.a.w bersabda:”sesungguhnya ALLAH itu penetap harga,yg menahan,yg melepas,yg memberi rizki.dan sesungguhnya aku berharap bertemu ALLAH dalam keadaan tidak  seorangpun dari kamu menuntut aku lantaran mendzolimi jiwa atau harga.”(Bukhari-Musdlim-Thirmidzi) Maka ketahuilah bahwasanya syarat sahnya jual beli agar dapat mendapatkan keberkahan antara lain:
        1.jujur.sebagaimana yg di sabdakan rasulullah s.a.w dari Abu Huirairah r.a katanya;’rasulullah s.a.w melarang dua macam cara jual beli:mulamasah dan munabadzah.mulamasah ialah menjual dengan menyentuh barang dagangan tanpa meneliti oleh si pembeli.munabadzah ialah menjual dengan cara melemparkan barang dagangan kepada si pembeli tanpa meneliti barang tersebut.”(Muslim 1452).dan dalam hadits lainnya dari Hakim bin Hizam r.a dari nabi s.a.w beliau bersabda:”dua orang yg berjual beli masing-masing mempunyai hak pilih(meneruskan atau tidak)selama kerduanya belum berpisah.jika keduanya berlaku jujur dan terus terang menjelaskan(keadaan barang)maka mereka di beri berkah dalam jual beli tersebut.tapi jika mereka berdusta dan menyembunyikan cacat barang,maka akan hilanglah berkah beli mereka.”(Muslim 1479).dan dalam hadits lainnya dari shahabat Abu Sa’id Al-Khudri r.a dari nabi s.a.w beliau bersabda:”pedagang yg jujur,dan pemegang amanah akan bersama para nabi,orang-orang yg jujur dan orang-orang yg syahid.”(Thirmidzi menurutnya hasan-Ibnu Majah/dlm targhib wa targhib.)
         2.tidak mengandung unsur sihir di dalamnya.seperti penjelasan yg yg menipu pendengaran dan penglihatan,juga kata-kata yg dapat mengelabui pikiran serta hati si pembeli.sebagaimana yg di sabdakan rasulullah s.a.w dari shahabat Ibnu ‘Umar r.a ia berkata:’rasulullah s.a.w bersabad:”sesungguhnya di dalam kata-kata yg indah terdapat di dalamnya sihir.”(Bukhari-Muslim).
        3.tidak mengatas namakan ALLAH(bersumpah)dalam jual beli tersebut.sebagaimana hadits   dari Abu Sa’id  al-Hudri r.a ia berkata:’seorang badui lewat membawa seekor kambing,kemudian aku katakan;’apakah akan kamu jual dengan harga tiga dinar?’lalu ia menjawab;tidak demi ALLAH’kemudian ia menjualnya,lalu hal tersebut aku ceritakan kepada rasulullah s.a.w,maka beliau bersabda:”ia telah menjual akhiratnya dengan dunia.”(Ibnu Hibban).dan dalam hadits lainnya di katakan:”sesungguhnya sumpah itu akan melariskan dagangan dan menghilangkan berkah”(Bukhari-Muslim).
          4.Tidak menahan dan memainkan harga barang,untuk bertujuan menguasai pasaran(monopoli).sebagaimana yg rasulullah s.a.w sabdakan dari shahabat Abu Ma’mar dan ada yg mengatakan Ibnu Abdullah bin Nadhah ia berkata;’rasulullah s.a.w bersabda:”barang siapa yg menimbun makanan(barang/penulis)maka ia berdosa.”(Muslim-Abu Daud-Thirmidzi).
          5.tidak mengandung unsur tipuan di dalamnya.sebagai mana hadits dari  Abu Hurairah r.a ia berkata;’rasulullah s.a.w pernah melewati seonggok makanan dan beliau memasukkan tangannya kedalam makanan tersebut.kemudian beliau mendapati  jari tangannya basah.dan rasulullah s.a.w pun bertanya:”apakah ini wahai pemilik makanan?”ia menjawab;’makanan itu terkena air hujan wahai rasulullah’beliau bersabda:”tidakkah sebaiknya engkau meletakkannya di bagian atas hingga orang dapat melihatnya?barang siapa menipu kami maka ia bukan termasuk golongan kami.”(Muslim).
         6.tidak memberikan harga yg terlalu tinggi di saat pembeli membutuhkan barang ,selagi ia(pembeli)tidak memiliki uang cukup untuk barang tersebut.juga tidak menawar terlalu rendah kepada barang yg di jual.sebagaimana hadits yg di riwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a ia berkata;’rasulullah s.a.w.bersabda:”semoga ALLAH merahmati seorang hamba yang lapang hati apabila menjual dan berlapang hati apabila ia membeli,dan berlapang hati apabila ia menagih.”(Bukhari-Ibnu Majah).
          7.tidak menawar barang barang yg sedang di tawar ataupun yg telah di beli seseorang.sebagaimana yg rasulullah s.a.w sabdakan:”janganlah kalian saling membenci,dan janganlah kalian saling membelakangi,dan janganlah kalian salingmenawar barang yg telah di tawar oleh yg lain,dan janganlah kalian membeli barang yg telah di beli orang lain,dan jadilah kalian hamba ALLAH yg bersaudara(karena)seorang muslim saudara bagi muslim lainnya.”(Muslim).
         8.tak di benarkan menyewakan tanah ladang yg kosong dengan harga ataupun dengan hasil dari tanah tersebut.sebagaimana yg rasulullah s.a.w sabdakan dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya;’rasulullah s.a.w bersabda:”siapa yg mempunyai tanh maka hendaklah di tanaminya.jika tidak  sanggup menanaminya maka hendaklah di pinjamkannya kepada saudaranya sesama muslim tanpa menyewakannya kepadanya.”(Muslim 1497).dan darinya pula;’rasulullah s.a.w  melarang menyewakan tanah dengan memungut hasil tanamannya.”(Muslim 1498).
         9.tidak di benarkan menjual barang yg belum jelas bentuknya ataupun tidak ada pada si penjual.serta tidak di benarkan menjual barang yg belum di terima dari si penjual.sebagaimana sabda rasulullah s.a.w :”siapa yg membeli bahan makanan,maka janganlah langsung menjualnya sebelum barang tersebut betul-betul di kuasainya.”(Muslim 1471/dari Ibnu Abbas r.a).dan sabda beliau s.a.w:”siapa yg menjual pohon kurma yg telah berputik,maka buahnya bagi si penjual,kecuali bila di tentukan(dalam jual beli)untuk si pembeli.”(Muslim 1489).dan sabda beliau lainnya:”rasulullah s.a.w melarang menjual anak binatang yg masih dalam kandungan.( penjualan pada masa jahiliayah).yaitu seseorang membeli anak unta yg masih dalam kandungan,sehingga lahir anak unta itu.”(Bukhari-Muslim dari Abdullah bin ‘Umar r.a).
       10.di larang berlaku hianat dalam  serikat jual beli .sebagaimana yg rasulullah s.a.w sabdakan:”ALLAH azza wa jalla berfirman:’AKU adalah ketiga dari  dua orang yg berserikat,selama salah seorang dari keduanya tidak menghianati shahabatnya.apabila ia telah menghianatinya,maka AKU berlepas diri darinya.”(Abu Daud_Al-Hakim dari shahabat Abu Hurairah r.a).
         11.sama-sama ridho dalam jual beli dan tidak ada yg merasa terdzolimi di antara keduanya(pedagang&pembeli)./sebagaimana sabda rasulullah s.a.w dari Abi Syuraih r.a ia berkata;’rasulullah s.a.w bersabda:”barang siapa yg menyetujui saudaranya untuk membatalkan jual belinya,maka ALLAH akan menyetujui untuk membatalkan dosanya pada hari kiamat.”(At-Thabrani dalam al-Ausath/dari kitab targhib wa targhib).
Semoga dengan tulisan ini kita bisa terjaga dari perbuatan yg tidak di ridhoiNYA dalam hal akad jual beli.Akhirnya sha;lawat serta salam terlimpah dan tercurah kepada penutup para nabi dan rasul,panutan bagi seluruh makhluk di muka bumi Muhammad bin Abdullah s.a.w .serta tidak ketinggalan pula bagi para shahabat beliau s.a.w seluruhnya,tabi’in,tabi’ut tabi’in ,serta orang –orang yg berada di atas jalannya hingga akhir zaman.

Senin, 10 Juni 2013

RIBA DAN MACAMNYA

www.arrahmah.comSearch Engine
Segala puji bagi ALLAH ,yg telah menetapkan segala sesuatunya dengan keterangan yg nyata.dengan ilmuNYA pula IA menetapkan baik dan buruk,benar dan salah,dalam timbangan yg pas,yg tidak ada sedikitpun kekurangan di dalamnya.meski manusia penentang mencoba merubah-ubah bentuknya.
“ALLAH MEMUSNAHKAN RIBA DAN MENYUBURKAN SEDEKAH.ALLAH TIDAK MEYUKAI ORANG YG TETAP DALAM KEKAFIRAN DAN BERGELIMANG DOSA.”(Q.S Al-Baqarah 276)
“WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN !BERTAQWALAH KEPADA ALLAH,DAN TINGGALKANLAH SISA RIBA(YANG BELUM DI AMBIL),JIKA KAMU ORANG YG BERIMAN.”(Q.S Al-Baqarah 278)
Adalah riba satu dari sekian banyak bentuk keburukan yg ada.yg IA tetapkan sebagai ke zhaliman yg harus di tinggalkan.yg di dalamnya terdapat berbagai macam penyimpangan.sebagaimana firmanNYA:”orang-orang yg memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yg kemasukan syaithan lantaran gila.yang demikian  itu karena mereka berkata jual beli itu sama dengan riba.padahal ALLAH telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”(Q.S Al-Baqarah 275).dan rasulullah s.a.w bersabda perihal ini:”riba itu mempunyai tujuh puluh cabang.yang paling ringan adalah seperti menyetubuhi ibu kandungnya sendiri.”(riwayat:Ibnu Majjah.Al-Baihaqi dari shahabat Abu-Hurairah r.a)dan sabda rasulullah s.a.w lainnya:”apabila riba telah muncul dalam suatu daerah,maka mereka telah menghalalkan siksa ALLAH bagi diri mereka sendiri(AL-Hakim dari shahabat Ibnu Abbas r.a)
Disini penulis coba menjabarkan tentang apa saja yg termasuk kedalam riba.riba di ambil dari bahasa arab:rabaa-yarbuw-ribaa,an yg berarti bertambah atau tumbuh. Ketahuilah sesungguhnya praktek riba telah ada sejak dahulu sebelum di utusnya rasulullah s.a.w .adalah kaum yahudi sang penentang yg mencoba dan membuat riba dengan sedemikian rupa,hingga berbagai macam bentuknya.dari yang nyata sebagai riba,hingga sesuatu yg begitu samar,sehingga orang yg tak mengerti  tentang riba terkelabui dan masuk juga menghalalkannya.sebagaimana firmanNYA:”maka di sebabkan kedzaliman orang-orang yahudi,kami haramkan makanan yg baik-baik(yang dulunya)kami halalkan kepada mereka.karena mereka banyak menghalangi (manusia)dari jalan ALLAH .di sebabkan mereka selalu memakan riba,padahal dahulu mereka di larang untuk mengerjakannya. Karena mereka selalu memakan harta orang dengan cara yg bathil.kami telah menyediakan  bagi orang kafir diantara mereka itu,dengan siksa yg pedih”(Q.S An-Nissa 160-161)
Pada masa kini riba begitu banyak macamnya.berikut ini penulis coba menjabarkan jenis dan macam riba yang penulis ketahui:
         1.rentenir/ijon:ini jenis riba yg dikenal,dan terjadi sejak zaman dahulu.yakni seseorang meminjamkan uang,dengan tambahan uang ataupun barang ketika mengembalikannya.
         2.bank.ini masuk kedalam riba.karena seseorang meminjam uang dengan tambahan uang(bunga) dengan jangka waktu yg sudah di tentukan.bagi nasabah(penabung/si penyimpan)apapun bentuknya,pegawai dari tingkat atas maupun bawah juga termasuk kedalam orang yg bersekutu didalamnya.mengapa demikian?karena perputaran  uang dalam bank terjadi karena adanya sebab akibat.maksudnya;tidaklah suatu bank akan langgeng dan terus berjalan kecuali adanya sipeminjam dan si penympan(nasabah).di samping itu pula si penyimpan(nasabah)akan mendapat bagian(bunga)dari bank atas uang simpanannya.sebagaimana yg ALLAH  s.w.t firmankan:”hendaklah kamu tolong menolong dalam kebajikan dan taqwa..dan jangan tolong menolong kamu dalam perbuatan dosa dan permusuhan.sesungguhnya ALLAH maha keras siksaNYA(Q.S.Al-Maidah 2)sebagaimana rasulullah s.a.w sabdakandari shahabat Ibnu Mas’ud r.a:”rasulullah s.a.w melaknat orang yg memakan riba dan yg memberi makan dengannya.”(Muslim-An-Nasa’i-Abu Daud/dlm riwayat At-Thirmidzi ditambahkan:”dua orang saksi dan penulisnya”./dalam riwayat muslim lainnya di tambahkan :”mereka adalah sama)
      3. pegadaian.inipun masuk kedalam jenis riba,dengan catatan,apabila si penaruh barang(pegadai)di pungut tambahan uang atau semisalnya dalam pengambilan barang atau dalam jangka waktu tertentu.
       4.kridit.dalam hal ini masuk kedalam riba jika si pengambil barang(kriditor)di pungut tambahan uang dalam jangka waktu tertentu,atau dalam penundaan pembayaran.serta apa bila jika dalam hal kridit terdapat dua harga.contoh:jika di bayar kontan(cash)harga barang sekian.dan jika di bayar tenggang waktu  atau terlambat pengembaliannya,maka akan di tambah biaya harga barang.sebagaimana sabda rasulullah s.a.w :”barang siapa yg menjual barang(dengan harga)dua penjualan dalam satu akad jual beli,maka ambilah harga yg terendah.jika tidak maka adalah riba/mengambil harga yg tinggi[harga kedua].(riwayat:Al-Hakim,Al-Baihaqi,Ibnu Hibban dlm shahihnya)
       5.penukaran uang dengan nominal yg sama dan mata uang yg sama.,dengan menambahkan atau mengurangi nilainya.
       6.MLM(multi level marketing).ini termasuk riba.kenapa demikian?karena di dalamnya terdapat penambahan penghasilan ataupun nilai bagi orang yg berada diatasnya(level atas)untuk keraja keras orang yg di bawahnya(level bawah).dengan penjualan yg di lakukan ataupun mencari dan mendapatkan anggota baru(member).karena ini bukan lah termasuk jual beli.karena dalam jual beli terdapat kesepakatan yg sah ketika penjual dan pembeli sepakat dalam satu waktu dalam khiar(pilihan)dalam satu transaksi jual beli(ada barang yg di jual),bukan dalam waktu yg panjang ataupun tak tentu waktunya(nisbi).
Demikian sekelumit tentang riba yg penulis ketahui.adapun yg tidak tercatat mungkin penulis lupa ataupun belum mengetahuinya.
Akhirnya shalawat serta salam terlimpah dan tercurah kepada penutup para nabi dan rasul,panutan dan suri tauladan bagi setiap manusia Muhammad s.a.w ,meski kaum kafir dan munafik tidak menghendakinya.serta tak lupa keselamatan dan keridhoan bagi para shahabat beliaw s.a.w seluruhnya,tabi’in,tabi’ut tabi’in dan orang –orang yg berada di atas jalan dan caranya hingga akhir zaman.  

Sabtu, 08 Juni 2013

TENTANG AL-QUR'AN

www.arrahmah.comSearch Engine
Segala puji bagi ALLAH yg telah menciptakan manusia dalam keadaan bodoh,dan tidak mengetahui sedikitpun tentang urusannya.baik bagi dirinya sendiri,orang lain,dunia,terlebih lagi tentang diriNYA.meski pada dasarnya IA menciptakan manusia dengan ikatan perjanjian bahwasanya DIA lah RABB yg ESA,yg menciptakan manusia dan segala sesuatunya.
SESUNGGUHNYA KAMILAH YG MENURUNKAN  AL-QUR’AN,DAN PASTI KAMI (PULA) YG MENJAGANYA.”(Q.S. Al-Hijr 9)
“DAN TELAH SEMPURNA FIRMAN TUHANMU(AL-QUR’AN)DENGAN BENAR DAN ADIL.TIDAK ADA YG MENGUBAH FIRMANNYA.DAN DIA MAHA MENDENGAR,MAHA MENGETAHUI”(Q.S Al-An’am 115)
Adalah al-qur’an merupakan salah satu dan terakhir kitab yg IA turunkan untuk pedoman hidup agar terciptanya keharmonisan penduduk bumi,juga sebagai petunjuk untuk kembali kepadaNYA.pembeda,serta kalamNYA yg maha sempurna.sebagaimana yg IA katakana sendiri dalam firmanNYA:”tetapi ALLAH menjadi saksi atas(al-qur’an)yg di turunkanNYA kepadamu(Muhammad).DIA menurunkan dengan pengetahuanNYA.dan para malaikatpun menyaksikan.dan cukuplah ALLAH menjadi saksi.”(Q.S An-Nissa 166).dan dalam firmanNYA yg lain:”bacalah,dan tuhanmulah yg maha mulia.yg mengajar(manusia)dengan  pena.DIA mengajarkan manusia apa yg tidak di ketahuinya.”(Q.S Al-‘Alaq 3-5).namun anehnya banyak manusia,terlebih lagi mereka yg mengaku beriman dan ber islam,tidak mau mengambil pelajaran,melalui al-qur’an,sehingga ALLAH s.w.t  bertanya( mengejek&menantang)dalam firmanNYA:”maka apakah mereka  tidakmenghayati al-qur’an apakah hati mereka terkunci?”(Q.S Muhammad 24).dan firmanNYA:”dan tidaklah mereka menghayati(mendalami)al-qur’an?sekiranya(al-qur’an)itu bukanlah dari sisi ALLAH,pastilah mereka menemukan banyak hal yg bertentangan di dalamnya.”(Q.S An-NISSA 82)dan firmanNYA:”  dan jika kamu meragukan (al-qur’an)yg kami turunkan kepada hamba kami(Muhammad)maka buatlah satu surat semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain ALLAH,jika kamu orang-orang yg benar.jika kamu tidak mampu membuatnya,dan(pasti)tidak akan mampu,maka takutlah kamu akan api neraka yg bahan bakarnya manusia dan batu yg di sediakan bagi orang-orang yg kafir.”(Q.S Al-Baqarah 23-24).dan firmanNYA:”maka dengan perkataan mana lagi(al-qur’an)mereka akan beriman.”(Q.S Al-Mursalat 50).dan firmanNYA:”dan sungguh telah kami mudahkan al-qur’an sebagai peringatan,maka adakah orang yg mau mengambil pelajaran.”(Q.S Al-Qamar 17)
Namun sebaliknya ALLAH azza wa jalla memuji orang-orang yg beriman dan berislam,yg mereka tunduk dan patuh kepadaNYA,dan kepada perintahNYA dalam mengambil pelajaran,petunjuk dalam al-qur’an sebagaimana firmanNYA:”orang-orang yg beriman dengan ayat-ayat kami,hanyalah orang-orang yg apabila di peringatkan dengannya(ayat-ayat kami)mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji tuhannya,dan mereka tidak menyombongkan diri.”(Q.S As-Sajdah 15).dan firmanNYA:” dan orang-orang yg apabila di beri peringatan dengan ayat-ayat tuhan mereka,mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yg tuli dan buta.”(Q.S Al-Furqan 73).dan firmanNYA:”hanya ucapan orang-orang mu’min apabila mereka di ajak kepada ALLAH dan rasulNYA,agar rasul memutuskan perkara di antara mereka,mereka berkata;’kami dengar dan kami taat.’dan mereka itulah orang-orang yg beruntung.”(Q.S An-Nuur 51).karena mereka  meyakini bahwasanya al-qur’an di samping sebagai petunjuk pembeda antara haq dan bathil,juga sebagai khabar gembira,penyembuh bagi setiap penyakit hati,sebagaimana firmanNYA:”hay manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari rabb mu dan penyembuh penyait-penyakit dalam dada, petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yg beriman.”(Q.S. Yunus 57).
Adapun mereka yg kafir,serta mereka yg berada dalam keraguan antara iman dan kafir(munafik)memandang al-qur’an sebagai sesuatu yg memang tak berarti(kiat berlindung  kepada ALLAH dari keadaan yg demikian).sebagaimana firmanNYA:”dan orang-orang kafir berkata;’(al-qur’an)ini tidak lain hanyalah kebohongan yg diada-adakan oleh dia(Muhammad)dibantu orang lain..’sungguh mereka telah berbuat zalim dan dusta besar.”(Q.S Al-Furqan: 5).dan firmanNYA yg lain:”dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang(munafik)yg berkata;’kami mendengarkan.’padahal mereka tidak mendengar(perintah-perintahNYA).sesungguhnya makhluk yg paling buruk dalam pandangan ALLAH  ialah mereka yg tuli dan bisu(tidak memahami kebenaran)yaitu orang-orang yg tidak mengerti.” (Q.S Al-Anfal 21-22).dan rasulullah s.a.w bersabda:”orang munafik yg membaca al-qur’an seperti raihanah(sejenis tumbuhan)yg harum baunya,namun pahit rasanya.adapun orang munafik yg tidak membaca al-qur’an seperti hamzahalah,tak ada baunya,pahit rasanya(Bukhari-Muslim)
Adapun rasulullah s.a.w menerangkan  tentang al-qur’an dan keutamaannya,dan apa-apa yg menjadikan ganjaran dari al-qur’an itu sendiri dari berbagai sabdanya.antara lain:dari Ibnu Mas”ud r.a ia berkata;’rasulullah s.a.w bersabda:”barang siapa yg membaca satu huruf dari al-qur’an,maka satu kebaikan untuknya.tidaklah alif-lamm-mimm satu huruf.akan tetapi alif satu huruf,lamm satu huruf,mimm satu huruf.”( Ad-Darimi-At-Thirmidzi).dan dari Umar bin Khathab r.a ia berkata;’rasulullah s.a.w bersabda:”ALLAH meninggikan dan merendahkan martabat seseorang karena al;-qur’an.”(Muslim)dan dari shahabat utsman bin Affan r.a.ia berkata;’rasulullah s.a.w bersabda:”sebaik-baik kamu adalah orang yg mempelajari al-qur’an dan mengajarkannya.”(Bukhari)dan masih banyak hadits2 lainnya perihal ini
Sedangkan adap-adap  seorang mu’min dan muslim kepada al-qur’an antara lain:
1.mendengarkannya ketika di bacakan al-qur’an.sebagaimana firmanNYA:”dan apabila di bacakan al-quran dengarkan dan simaklah baik-baik agar kamu di beri rahmat.”(Q.S Al-A’raaf 204)
2.membaguskan suara ketika membacanya.ini termasuk di dalamnya makhraj hurf(cara pengucapan) dengan benar,dan tajwid.sebagaimana yg di sabdakan rasulullah s.a.w:”dikatakan kepada pembaca alk-qur’an;’bacalah ,tingkatkan dan perindahlah bacaanmu,seperti kamu memperindah urusan dunia.sesungguhnya kedudukanmu seperti pada akhir ayat yg kamu baca.”(Abu Daud-At-Thirmidzi/dari shahabat Amru bin Ash)
3.tidak bersendagurau dengannya.sebagaimana firmanNYA:”jika kamu  tanyakan kepada mereka(orang munafik),maka mereka akan menjawab’sesungguhnya kami hanya bersendagurau dan bermain-main saja.’katakanlah;’apakah dengan ALLAH,ayat-ayatNYA dan rasulNYA kamu selalu berolok-olok?”(Q.S At-Taubah 65)
4.meyakini  keseluruhsn ayat-ayat yg muhkamat dan mutasyabihat(samar hanya ALLAH yg mengetahui).sebagaimana firmanNYA:”DIAlah yg menurunkan kitab(al-qur’an)kepadamu(Muhammad)diantara ada ayat-ayat yg muhkamat itulah pokok-pokok kitab(al-qur’an)dan yg lain mutasyabihat.adapun orang-orang yg condong hatinya kepada kesesatan,mereka mengikuti  yg mutasyabihat,untuk menimbulkan fitnah dan mencari-cari  ta’wilnya.padahal tidak ada yg mengetahui ta’wilnya kecuali ALLAH.dan orang-orang yg mendalam ilmunya berkata:’kami beriman kepadanya(al-qur’an)semuanya dari sisi tuhan kami’tidak dapat mengambil pelajaran kecuali orang yg berakal.”(Q.S.Al- Imran 7)
5.di sukai berwudhu ketika membacanya.melalui musaf,hafalan.namun jika tidak tak mengapa.
6.orang yg junub dan haid serta nifas tidak boleh memegang musaf.adapun membacanya lewat hafalan tak mengapa sebagaimana firmanNYA:’tidak lain yg menyentuhnya kecuali hamba-hamba yg di sucikan.”(Q.S Al-Waqi’ah 79/lihat juga tafsir ibnu Katsir tentang ayat ini).
7.di anjurkan sebelum membacanya ber taawudz(dalam shalat ataupun di luar shalat)sebagaimana firmanNYA:”maka apabila engkau  membaca al-qur’an,mohonlah perlindungan kepada ALLAH dari syaithan yg terkutuk.”(Q.S An-Nahl 98).
8.tidak di benarkan membawa musaf al-qur’an  dan membacanya di tempat kotor .seperti tempat sampah,wc(taoilet,kamar mandi dll)
9.di larang membawa musaf al-qur’an kenegeri musuh.berdasarkan sabda rasulullah s.a.w dari jalan shahabat Ibnu’Umar r.a ia berkata:”rasulullah s.a.w melarang berpergian dan membawa al-qur’an kedaerah musuh.”(Bukhari-Muslim).
Demikianlah tentang al-qur’an yg penulis ketahui.akhirnya shalawat serta salam terlimpah dan tercurah kepada Muhammad rasulullah s.a.w.penutup para nabi dan rasul,panutan dan suri tauladan bagi penduduk bumi.tidak lupa juga kepada para shahabat beliau seluruhnya,tabi’in dan para tabiut tabi’in serta orang-orang yg berada di atas jalan mereka hingga akhir zaman.

Kamis, 06 Juni 2013

JIHAD

Search Engine


Segala puji bagi ALLAH azza wa jalla,yang telah mempersatukan hati serta mencerai  beraikannya.yang mengikatnya dengan tauhid serta kemusyrikan.yang memberi ketegaran di atas iman juga memisahkannya dari kemunafikan.yang berada di atas jalanNYA,diatas cahaya islam.
WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN!JIKA KAMU MENOLONG (AGAMA)ALLAH NISCAYA DIA AKAN MENOLONGMU DAN MENEGUHKAN KEDUDUKANMU.(Q.S. Muhammad 7).
    BARANG SIAPA YANG MENINGGIKAN KALIMAT ALLAH MAKA IA JIHAD DI JALAN ALLAH.(Bukhari-Muslim dari Abu Musa al-‘Asyari).
    BARANG SIAPA YG BELUM PERNAH BERJIHAD,DAN TIDAK ADA NIAT DALAM HATINYA UNTUK BERJIHAD,JIKALAU IA MATI MAKA MATINYA DALAM CABANG KE MUNAFIKAN.”(Bukhari)
Jihad terambil dari bahasa arab:jahada-yajhadu-jahdaan’yang berarti mencurahkan segala kemampuan.ini bisa dilakukan dalam setiap diri maupun individu dalam mencapainya.namun perlu di ketahui bahwasanya dalam hal ini perlu sesuatu yg mendasarinya.selain ia harus di lakukan dengan niat yg ikhlas,juga tata cara maupun pelaksanaannya.sebagaimana yg di sabdakan rasulullah s.a.w dalam sabdanya:”tidak ada hijrah lagi setelah penaklukan kota Makkah.tetapi yg ada jihad dan niat.oleh karena itu jika kalian di panggil untuk berjuang,maka berangkatlah.”(Bukhari-Muslim dari ‘Aisyah r.a) dan dalam sabdanya yg lain:”aku di perintah supaya memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada illah yg haq melainkan ALLAH.dan bahwasanya Muhammad rasulullah.mendirikan shalat,menunaikan zakat.”(Bukhari-Muslim dari shahabat ibnu ‘Umar r.a).
Jihad terbagi menjadi empat(4):
           1.jihad melawan hawa nafsu:jenis jihad ini dilakukan oleh setiap individu.karena manusia di kehendakiNYA untuk melewati cobaan dan rintangan dalam mencari ke ridhoanNYA.dan tidaklah ini di lakukan kecuali dengan mengetahui seluk-beluk nya.dengan cara mempelajari serta mengamalkan al-qur’an&sunnah nabi s.a.w.niscaya ini bisa di lakukan,meski tidaklah mudah.karena ia haruslah melawan keinginan diri sendiri,ataupun orang yg mencintainya,sebut saja anak dan istri.sebagaimana yg ALLAH s.w.t firmankan:”dan janganlah engkau mengikuti orang yg hatinya telah kami lalaikan dari mengingat kami,serta menuruti keinginannya (hawa nafsu)dan keadaannya sudah melewati batas.”(Q.S Al-Kahfi 28)dan firmanNYA:’dan jangan lah engkau mengikuti hawa nafsu,karena ia akan menyesatkanmu dari jalan ALLAH ,.”(Q.Shadd 26).dalam hal ini rasulullah s.a.w bersabda:"seutama-utama jihad adalah seseorang yang berjihad melawan hawa nafsunya di jalan ALLAH."(Ibnu Nashr/shahih dalam silsilah hadits ash-shahihah 1491). lihat juga tulisan saya :hawa nafsu dan cabangnya
           2.Jihad melawan syaithan:jenis jihad ini pun harus dilakukan oleh setiap individu,karena tidaklah sesuatu yg besar di dapat melainkan ia akan melawati prase ini.dengan mempelajari jalan serta cara syaithan dalam menyesatkan manusia,niscaya ini bisa di lakukan.sebagaimana yg ALLAH s.w.t firmankan:”sesungguhnya (syaithan) itu hanya menyuruh perbuatan buruk dan keji,dan mengatakan apa yg tidak kamu ketahui tentang ALLAH.”(Q.S Al-Baqarah 169).dan firmanNYA yg lain:”sesungguhnya syaithan itu musuh bagimu,maka jadikanlah ia sebagai musuh.karena sesungguhnya syaithan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yg menyala-nyala.”(Q.S Fathir 6).untuk jelasnya bisa lihat tulis ku tentang subhat dan sang pengelabu yg licik.
         3.Jihad mempertahankan diri.ini bisa dilakukan oleh setiap individu juga bagi kelompok ataupun suatu negara.dalam prase(tingkatan)diri,ini bisa di lakukan ketika seseorang di zalimi baik diri maupun harta serta keluarganya.sebagaimana yg rasulullah s.a.w sabdakan:”barang siapa yg mati terbunuh dalam membela hartanya maka ia syahid.barang siapa yg mati membela dirinya maka ia syahid.barang siapa yg mati membela keluarganya maka ia syahid. Dan barang siapa yg mati membela agamanya maka ia syahid.”(Abu Daud-Thirmidzi dari shahabat  Abu ‘Awar Sa’id bin Zaid bin Amr bin Nufail r.a) dan dalam hadits lainnya:”wahai rasulullah bagaimana pendapatmu jika ada orang yg ingin merampas hartaku,maka beliau s.a.w bersabda:”jangan kau berikan.dia berkata lagi;’bagaimana jika ia menyerangku?’maka beliau s.a.w menjawab:”lawanlah ia”orang itu berkata lagi:”bagaimana jika ia membunuhku?’beliau menjawab:”kamu syahid”orang itu bertanya lagi;’bagaimana jika aku yg membunuhnya?”rasulullah s.a.w menjawab:”ia masuk neraka”(Muslim dari shahabat Abu Hurairah r.a) adapun dalam tingkatan yg lebih tinggi lagi yakni daerah ataupun Negara,ini bisa di lakukan sebagaimana firmanNYA:”wahai orang-orang yg beriman!apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yg akan menyerangmu,maka janganlah kamu berbalik ke belakang(mundur)”(Q.S Al-Anfal 15). Dan dalam firmanNYA yg lain:”dan perangilah di jalan ALLAH orang-orang yg memerangi kamu,tetapi jangan melampaui batas.sungguh ALLAH tidak suka kepada orang-orang yg melampaui batas.”(Q.S. Al-Baqarah 190).dalam hal ini perlu di ketahui bahwasanya jihad mempertahankan diri  dalam satu wilayah ataupun daerah (Negara)di perlukan suatu fatwa ataupun ijtihad dari seorang pemimpin ataupun para ‘alim ‘ulama.karena tidaklah di benarkan jika ini di ambil keputusan secara pribadi,individu ataupun kelompok kecil.karena dapat mengaburkan bahkan menjauhkan dari makna jihad itu sendiri.para ulama berpendapat bahwanya jihad ini adalah fardu’ain untuk orang yg ada di wilayah ataupun Negara tersebut,dan fardu kifayah untuk orang yg berada di daerah ataupun Negara lain.namun bagi penulis tidaklah kewajiban itu di laksanakan bagi yg mampu,dengan harta ataupun jiwa.ALLAHu’alam.
           4.Jihad membuka/memperluas negeri di atas cahaya tauhid.jihad ini adalah jihad yg terbesar.dimana hal ini bisa di lakukan dengan cara infansi ataupun penyerangan ke daerah ataupun wilayah Negara lain.tentunya dengan tujuan agar cahaya tauhid berkibar dan hanya agama islamlah yg ada dan memegang kendali di muka bumi ini.sebagaimana yg ALLAH s.w.t khabarkan dalam firmanNYA:” orang-orang yg beriman ,mereka berperang di jalan ALLAH,dan orang-orang kafir berperang di jalan thaghut.maka perangilah kawan-kawan syaithan itu.sesungguhnya tipu daya syaithan itulemah.”(Q.S An-Nissa 76).dan firmanNYA:”maka berperanglah engkau(Muhammad).di jalan ALLAH,engkau tidaklah di bebani melainkan dirimu sendiri.kobarkanlah(semangat)orang-orang beriman(untuk berperang)mudaha-mudahan ALLAH mematahkan serangan orang-orang yg kafir itu.ALLAH sangat besar kekuatanNYA,dan sangat keras siksaNYA.”(q.s An-Nissa 84).dan dalam firmanNYA yg lain:”sesunguhnya ALLAH membeli dari orang-orang yg beriman,baik diri ataupun harta mereka,dengan memberikan surga bagi mereka.mereka berperang di jalan ALLAH;sehinga mereka membunuh atau terbunuh.(Q.S .At-Taubah 111).dan ayat  lainnya:”perangilah orang-orang yg tidak beriman kepada ALLAH dan hari kemudian.mereka yg tidak mengharamkan apa yg telah di haramkan ALLAH dan rasulNYA.dan mereka tidak beragama dengan agama yg benar.(yaitu orang2) yg telah di berikan kitab,hingga mereka membayar jizyah(pajak)dengan patuh ,sedang mereka dalam keadaan tunduk.”(Q.S At-Taubah 29)dan masih banyak ayat yg lainnya.dan rasulullah s.a.w bersabda dalam hal ini:”ALLAH akan menjamin kepada orang-orang yg berjihad di jalan ALLAH jika ia gugur,maka IA akan memasukannya kedalam surga,atau DIA akan mengembalikannya kerumahnya tempat ia berasal dengan membawa pahala atau ghanimah(Bukhari-Muslim).dan dalam sabda beliau s.a.w lainnya:”sesungguhnya di surga  itu ada seratus derajat yg di sediakan ALLAH bagi orang-orang yg berjihad di jalan ALLAH.”(Bukhari-Muslim dari shahabat Abu Sa’id al Khudri r.a).dan dalam hadits yg lain dari Abu Musa Al-Asy’ari r.a ia berkata;’rasulullah s.a.w bersabda:”sesungguhnya surga itu di bawah bayang-bayang pedang”(Muslim-At-thirmidzi).dan masih banyakl hadits-hadits lainnya.
KAIDAH-KAIDAH BERPERANG:
          1.tidak boleh membunuh anak-anak,wanita,orang tua serta para rahib&pendeta selama mereka tidak ikut berperang.sebagaimana sabda rasulullah s.aw dlm hadits riwayat bukhari n0: 3014-3015/Muslim no:1731&1744.
           2.tidak boleh membunuh orang kafir yg ada perjanjian damai.sebagaimana yg di sabdakan rasulullah s.a.w;”siapa yg membunuh seorang muahad,tidak akan mencium baunya surga.sedang surga baunya sejauh perjalanan empat puluh tahun.”(Bukhari dari shahabat Abdullah bin Amru r.a)
          3.tidak boleh membunuh seseorang yg bersyahadat,meski dalam peperangan.sebagaimana  yg ALLAH firmankan:”wahai orang-orang yg beriman!apabila kamu pergi(berperang)di jalan ALLAH,maka telitilah.dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yg mengucapkan ‘salam’kepadamu ‘kamu bukanlah orang yg beriman(lalu kamu membunuhnya)dengan maksud mencari harta benda kehidupan dunia.padahal di sisi ALLAH ada harta yg banyak.”(Q.S An-Nissa 94/lihat juga tafsirnya).dan rasulullah s.a.w bersabda:”barang siapa yg telah mengucapkan laillaha illalah,dan kafir hkepada sembahan selain ALLAH,maka terjaga harta dan darahnya,sedang perhitungannya tergantung ALLAH.”(Muslim dari Abu Malik dari ayahnya)
         4.tidak boleh menghancurkan tempat peribadatan mereka(kaum kafir).sebagaimana ketika ‘Umar bin Khatab r.a ketika menaklukkan daerah syam(palestina kini)
         5.hendaknya sebagian kaum muslimin belajar dan mengajarkan ilmu agama kepada yg lainnya.sebagaimana firmanNYA:”dan tidak sepatutnya orang-orang beriman itu pergi semuanya(kemedan perang)mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali,agar mereka dapat menjaga dirinya.”(Q.S At-Taubah 122)
           6.jihad wanita adalah haji sebagaimana rasulullah s.a.w bersabda,dari ‘Aisyah r.a ia berkata;’wahai rasulullah kami melihat jihad adalah amal yg paling utama.tdk bolehkah kami berjihad?”rasulullah s.a.w bersabda:”tetapi jihad yg paling utama dalah haji mabrur.”(Bukhari).
           7.di mansukh(dihapusnya hukum)ayat-ayat yg menerangkan tentang kebebasan beragama dengan ayat-ayat jihad. Seperti Q.S Al-kafirun,dan Q.S Al-BAQAROH 256:”tidak ada paksaan dalam(menganut)agama(islam)”.dan  ayat-ayat lainnya.lihat juga tafsir ibnu katsir dalam hal ini.
          8.di anjurkan orang yg tidak ikut berjihad/karena uzur,memberikan hartanya untuk berjihad.sebagaimana yg rasulullah sabakan dari jalan shahabat Zaid bin Khalid AL-Juhaini r.a. bahwa rasulullah s.a.wbersabda:” yg barang siapa yg mempersiapkan orang yg berperang di jalan ALLAH,maka sungguh ia telah ikut berperang.dan barang siapa mengurusi yg di tinggalkan keluarga berperang dengan baik,maka ia telah ikut berperang.”(Bukhari-Muslim)
Akhirnya shalawat serta salam terlimpah dan tercurah kepada penutup para nabi dan rasul,panutan semua manusia Muhammad s.a.w,meski orang kafir tidak menyukainya.serta tidak ketinggalan juga semoga keridhoan,dan rahmatNYA kepada para shahabat seluruhnya,serta para tabi’in, tabi’ut tabiin serta orang-orang yg mengikutinya hingga akhir zaman.